INFOTREN.ID - Film terbaru berjudul "Tanah Runtuh" secara resmi menyelenggarakan konferensi pers sekaligus sesi press screening pada hari Kamis, 19 Juni 2026, bertempat di XXI Epicentrum, Jakarta. Acara ini menjadi penanda kesiapan film tersebut untuk tayang di seluruh bioskop Indonesia.

Penayangan serentak film ini dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 25 Juni 2026 mendatang di seluruh jaringan bioskop nasional. Film ini berupaya menyajikan narasi kemanusiaan yang mendalam, khususnya melalui lensa seorang anak bernama Ringgo.

Karakter Ringgo sendiri diperankan oleh aktor cilik, Ridho Khaliq, yang kehadirannya menjadi salah satu titik fokus utama dalam acara peluncuran tersebut. Peran ini diharapkan mampu menyentuh hati penonton dengan kedalaman emosional yang dibawakan.

Sutradara film, Rudi Soedjarwo, bersama dengan produser Denny Siregar, sepakat bahwa karakter Ringgo merupakan inti emosional dari keseluruhan cerita yang diangkat dalam film ini. Mereka menekankan pentingnya penggambaran karakter yang utuh.

"Karakter Ringgo adalah jantung emosional film ini, dan kami ingin ia dilihat sebagai manusia seutuhnya, bukan sekadar simbol perjuangan atau objek belas kasihan," ujar Rudi Soedjarwo, menegaskan visi artistik mereka.

Secara garis besar, "Tanah Runtuh" mengisahkan perjalanan emosional dua kakak beradik, Kai yang berusia 9 tahun dan Ringgo yang berusia 11 tahun. Mereka harus berjuang untuk bertahan hidup setelah terpisah dari ibu mereka.

Perpisahan ini terjadi di tengah latar belakang kerusuhan yang melanda Desa Tanah Runtuh, yang berlokasi di Poso, Sulawesi Tengah. Meskipun berlatar konflik, fokus cerita tidak hanya pada latar belakang tersebut.

Dikutip dari salah satu pernyataan dalam konferensi pers, sang sutradara menegaskan bahwa spirit utama film ini adalah tentang perjuangan manusiawi dalam menjaga ikatan kasih sayang. "Fokus utama film ini adalah tentang manusia yang berjuang untuk tetap hidup, mencintai, dan saling menjaga dalam situasi tak terduga," kata Rudi Soedjarwo.

Film ini mengajak para penonton untuk melihat dinamika kehidupan dan cinta kasih yang tetap tumbuh subur bahkan ketika lingkungan sekitar sedang berada dalam kondisi yang sangat sulit dan penuh gejolak.