INFOTREN.ID - Pergerakan nilai tukar Rupiah di pasar domestik menunjukkan tren positif pada awal pekan ini. Penetapan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) oleh Bank Indonesia (BI) mencerminkan apresiasi mata uang Garuda.

Pada hari Senin, tanggal 4 Mei 2026, posisi Rupiah berhasil menguat tipis terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini memberikan sedikit kelegaan bagi stabilitas nilai tukar di pasar keuangan Indonesia.

Secara kuantitatif, penguatan yang dicatatkan Rupiah mencapai angka 0,06% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Angka ini menunjukkan adanya sentimen pasar yang cenderung membaik terhadap prospek mata uang domestik.

Lokasi penetapan kurs acuan ini berada di Jakarta, melalui mekanisme Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Penetapan kurs ini menjadi patokan resmi untuk transaksi antarbank.

Kurs Jisdor Bank Indonesia pada Senin (4/5/2026) tercatat berada pada level Rp17.368 per dolar AS. Level ini menandakan apresiasi Rupiah terhadap mata uang Paman Sam.

Peristiwa ini terjadi pada hari Senin, 4 Mei 2026, yang merupakan hari pertama perdagangan pasar keuangan setelah akhir pekan. Aktivitas ekonomi yang dimulai kembali seringkali menjadi momen penting untuk mengukur sentimen investor.

Meskipun penguatan yang terjadi bersifat moderat, pergerakan ini mengindikasikan adanya faktor-faktor yang mendukung penguatan Rupiah, meskipun detail penyebab spesifiknya tidak disebutkan dalam data awal. Hal ini menunjukkan stabilitas parsial di tengah dinamika global.

Dikutip dari sumber informasi yang tersedia, ditetapkan bahwa "Rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ada di level Rp 17.368 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (4/5)."

Dikutip dari sumber informasi yang tersedia, disebutkan pula bahwa pergerakan kurs tersebut mencerminkan penguatan sebesar 0,06% terhadap mata uang dolar AS pada penutupan hari tersebut.