INFOTREN.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan sepanjang pekan perdagangan terakhir. Penurunan tajam ini mencerminkan adanya sentimen negatif yang kuat di kalangan pelaku pasar domestik maupun internasional.
Secara spesifik, pada hari penutupan perdagangan hari Jumat (24/4/2026), IHSG tercatat kembali melemah sebesar 3,38 persen dari sesi sebelumnya. Angka ini memperburuk kondisi pasar secara keseluruhan yang sudah tertekan sepanjang pekan.
Dampak kumulatif dari tekanan jual tersebut membuat IHSG ambruk hingga mencapai 6,61% dalam kurun waktu sepekan penuh. Penurunan persentase ini menandakan salah satu minggu terburuk bagi pasar modal Indonesia baru-baru ini.
Penyebab utama di balik koreksi tajam ini adalah aksi jual yang dilakukan oleh investor asing yang keluar dari pasar saham Indonesia. Mereka secara masif menarik modal mereka dari berbagai instrumen investasi di bursa.
Volume penjualan bersih oleh investor asing tercatat mencapai nominal yang fantastis, yaitu sebesar Rp 1,88 triliun selama periode tersebut. Angka ini menjadi indikator utama dari sentimen negatif yang mendominasi pergerakan pasar.
Hal ini menunjukkan bahwa adanya faktor eksternal atau internal yang mendorong para investor asing untuk merealokasi dana mereka ke pasar lain atau mengurangi eksposur risiko mereka di Indonesia. Faktor pendorong inilah yang menjadi fokus perhatian para analis pasar.
Dikutip dari sumber berita, disebutkan bahwa IHSG melemah 3,38% pada Jumat (24/4/2026) dan ambruk 6,61% dalam sepekan terakhir, dipicu aksi jual investor asing sebesar Rp 1,88 triliun.
Faktor-faktor yang melatarbelakangi penarikan dana besar-besaran ini perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memahami dinamika pasar yang terjadi pada periode Jumat (24/4/2026) dan pekan sebelumnya. Analisis mendalam diperlukan untuk memulihkan kepercayaan investor.