INFOTREN.ID - Pemerintah Kota Rotterdam pekan ini dijadwalkan menyelenggarakan serangkaian acara resmi untuk memperingati momentum bersejarah yang sangat kelam, yaitu tragedi pemboman yang terjadi 86 tahun silam. Peringatan ini disiapkan sebagai ruang refleksi kolektif bagi seluruh warga kota atas peristiwa yang meluluhlantakkan jantung Rotterdam pada tanggal 14 Mei 1940.
Peristiwa tragis tersebut terjadi tepat pada pukul 13.27 WIB, menjadi titik balik penting dalam sejarah Perang Dunia II di Eropa. Serangan udara yang dilakukan oleh pasukan Jerman menjadi pemicu utama yang memaksa Belanda akhirnya menyatakan menyerah kepada rezim Nazi.
Setelah pemboman tersebut, pendudukan wilayah Belanda oleh rezim Nazi berlangsung cukup lama dan menentukan. Pendudukan militer tersebut tercatat dimulai sejak pemboman itu dan baru berakhir secara resmi pada tanggal 5 Mei 1945.
Dampak dari serangan udara yang dilancarkan pada masa itu sungguh masif dan meninggalkan luka mendalam bagi infrastruktur kota. Diperkirakan, lebih dari 25.000 unit rumah hancur rata dengan tanah akibat amukan bom yang menghantam Rotterdam.
Selain kerugian pada sektor perumahan, pusat-pusat aktivitas komersial juga turut menjadi korban keganasan serangan tersebut. Ribuan fasilitas penting seperti toko, kantor, maupun bengkel turut musnah dalam kehancuran masif yang ditimbulkan oleh pemboman itu.
Rangkaian peringatan yang akan digelar pekan ini dipastikan terbuka untuk umum, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang kembali tragedi tersebut. Momen ini menjadi pengingat penting mengenai harga yang harus dibayar selama masa pendudukan.
"Kota Rotterdam pada pekan ini akan menggelar serangkaian acara untuk memperingati momentum kelam 86 tahun lalu, yakni tragedi pemboman yang meluluhlantakkan jantung kota pada 14 Mei 1940," demikian disebutkan dalam informasi resmi mengenai penyelenggaraan acara tersebut.
Peristiwa pemboman yang terjadi pada pukul 13.27 WIB tersebut merupakan bagian dari strategi militer yang memaksa Belanda menyerah kepada pasukan Jerman. Peristiwa ini mengawali periode pendudukan yang berlangsung hingga tahun 1945, menurut catatan sejarah.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, dampak kehancuran meliputi pemusnahan ribuan fasilitas komersial seperti toko, kantor, dan bengkel yang turut menjadi korban amukan bom. Kerugian material tersebut mencerminkan skala operasi militer yang dilakukan pada saat itu.