INFOTREN.ID - Pertumbuhan sektor digital di Indonesia mendorong ekspansi masif pada infrastruktur pusat data nasional. Sektor ini menunjukkan dinamika yang sangat positif, menarik perhatian berbagai pemain global maupun domestik.
Proyeksi nilai pasar pusat data di Indonesia menunjukkan potensi ekonomi yang sangat besar dalam beberapa tahun ke depan. Diperkirakan, valuasi pasar ini akan menyentuh angka fantastis yakni mencapai US$3,1 miliar pada tahun 2025 mendatang.
Meskipun prospek pertumbuhannya cerah, pembangunan dan operasional pusat data menghadapi tantangan infrastruktur yang signifikan. Salah satu isu krusial yang menjadi penghambat utama adalah ketersediaan dan stabilitas daya listrik.
Keterbatasan daya listrik yang andal dapat mengancam kontinuitas layanan pusat data yang memerlukan pasokan energi nonstop 24/7. Oleh karena itu, mitigasi risiko kelistrikan menjadi prioritas utama bagi para pengembang.
Menanggapi kebutuhan kritis ini, perusahaan global Legrand turut mengambil peran aktif dalam mendukung ekosistem pusat data Indonesia. Mereka fokus menghadirkan solusi teknologi yang menjamin keandalan operasional infrastruktur vital tersebut.
Legrand secara spesifik mempromosikan rangkaian produk Uninterruptible Power Supply (UPS) sebagai solusi kunci untuk mengatasi fluktuasi dan pemadaman listrik. Sistem UPS ini dirancang untuk memberikan daya cadangan instan dan menjaga stabilitas tegangan.
"Pasar data center Indonesia diproyeksi capai US$ 3,1 miliar pada 2025," ujar perwakilan industri terkait, menegaskan optimisme terhadap kinerja sektor ini. Angka tersebut menjadi indikator kuat daya tarik investasi di bidang komputasi awan dan penyimpanan data.
"Tantangan listrik krusial," mengemuka sebagai kendala utama yang harus segera diatasi oleh para operator pusat data. Hal ini menekankan betapa pentingnya fondasi energi yang solid dalam operasional mereka.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Legrand menawarkan solusi UPS untuk stabilitas, yang merupakan jawaban langsung terhadap kebutuhan pasar akan keandalan daya. Solusi ini diharapkan dapat mengurangi risiko downtime yang merugikan.