INFOTREN.ID - Perkembangan otomasi dan teknologi industri di Asia Tenggara menjelang tahun 2026 bergerak semakin cepat. Dalam momentum tersebut, para pemimpin teknologi di Analog Devices, Inc. (ADI) memproyeksikan bahwa tahun 2026 AI tidak lagi hanya akan berada dalam ekosistem digital. 

Namun AI akan mulai beroperasi langsung di dunia fisik sekaligus membentuk cara industri merancang robotika, perangkat konsumen, dan sistem otonom di lini produksi.Nilai pasar industri smart manufacturing yang diprediksi yang mencapai USD 13,4 miliar dolar AS pada 2024 memperlihatkan bagaimana berbagai sektor kini semakin bergantung pada sistem yang mampu membaca kondisi nyata di lapangan.

Menurut VP of Edge AI and Robotics ADI Paul Golding, 2026 akan menandai lahirnya Physical Intelligence, yaitu model AI yang mampu belajar dari fenomena nyata seperti getaran, suara, magnetik, dan gerakan.

Berbeda dari generasi sebelumnya yang bergantung pada pusat data, model baru ini diperkirakan akan berpindah ke perangkat edge, yaitu komputasi yang dilakukan langsung di perangkat atau sensor tanpa harus mengirimkan data ke server pusat. Dengan begitu, AI mampu mengambil keputusan secara lokal dan menyesuaikan respons berdasarkan kondisi fisik di lingkungan sekitar,” kata Golding dalam siaran pers pada Rabu, 10 Desember 2025.

Lebih lanjut, dia mengatakan kemampuan belajar cepat dari situasi baru ini, meski hanya diberi sedikit contoh, membuka peluang bagi sistem industri seperti robot pabrik bergerak untuk menangani hambatan tak terduga secara mandiri.

iklan sidebar-1

Golding juga memperkirakan peningkatan penggunaan hybrid world models, yang menyatukan penalaran matematis dan fisik dengan data sensor yang terfusi. Dengan pendekatan ini, model AI bukan lagi sekadar memetakan dunia, tetapi mampu berpartisipasi langsung, berinteraksi, dan belajar dari pengalamannya sendiri.

Di ranah perangkat konsumen, Golding melihat audio sebagai antarmuka AI utama pada 2026. Perpaduan spatial sound, sensor fusion, dan on-device reasoning akan mendorong hadirnya perangkat yang lebih kontekstual, mulai dari kacamata Augmented Reality hingga earbuds dan sistem audio kendaraan yang dapat menafsirkan niat, emosi, maupun kondisi lingkungan pengguna.

Para pemimpin teknologi di Analog Devices, Inc. (ADI) memproyeksikan tahun 2026 AI tidak lagi hanya akan berada dalam ekosistem digital. foto: Analog Devices, Inc.

Teknologi ini diperkirakan menghadirkan peningkatan signifikan dalam noise cancellation, daya tahan baterai, serta membuka peluang form factor baru. “Tren perangkat ‘always-in-ear’, yang sudah berkembang di kalangan Gen Z, akan menguat seiring kemampuan AI menghadirkan pengalaman pendengaran yang lebih peka dan intuitif.”