INFOTREN.ID - Kenaikan harga Pertamax Green 95 di bulan Juni ini menunjukkan bahwa peningkatan porsi campuran bioetanol dalam bensin tidak serta-merta membuat harga bahan bakar minyak nabati (BBN) menjadi lebih terjangkau.
Sebaliknya, dalam situasi krisis energi seperti sekarang, harga BBN yang mengandung campuran etanol justru mengalami kenaikan lebih tinggi dibandingkan jenis bahan bakar lainnya.
“Jadi semakin besar campuran bioetanol dengan bensin, maka akan semakin besar juga beban defisit APBN dan akhirnya akan menambah utang pemerintah yang sekarang sudah hampir Rp 10.000 triliun,” terang Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) dan Amalya Reza Oktaviani Manajer Program Bioenergi Trend Asia dalam keterangan tertulisnya, 12 Juni 2026.
Hal ini disampaikan untuk menanggapi kenaikan harga Pertamax Green 95 sebesar 31,7% dari Rp12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter per 10 Juni 2026. Pertamax Green 95 adalah campuran Pertamax (RON 95) dan 5% bioetanol, atau bahan nabati etanol dari tebu, yang pertama kali meluncur pada tahun 2023 lalu.
Kenaikan harga Pertamax Green lebih tinggi daripada kenaikan harga BBM Pertamax (RON 92), yang sebelumnya Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. Hal ini membuat publik bertanya tentang harga keekonomian bioetanol yang lebih mahal dibanding bensin biasa.
Pemerintah sedang mendorong pengembangan bahan baku bioetanol melalui Proyek Strategis Nasional atau food estate tanaman tebu dalam rangka mendukung upaya peningkatan ketahanan energi.
Laporan Celios berjudul “Mengapa Bioethanol tidak Menjawab Ketahanan Energi,” memperkirakan program food dan energy estate khususnya pengembangan BBN memerlukan biaya sangat besar, yakni lebih dari 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp 176 triliun dalam periode 10 tahun. “Ini sekitar 89 persen dari total anggaran subsidi energi pada tahun 2026,” kata Bhima.
Menurut Amalya Reza Oktaviani, kebijakan bioetanol Pemerintah membingungkan karena di satu sisi pembukaan lahan untuk food estate terus dilakukan, sementara Pemerintah juga menyetujui impor 1 juta ton etanol per tahun dari Amerika Serikat. Padahal, peminat BBN di pasar sebenarnya masih rendah karena masyarakat dan perusahaan otomotif belum banyak berminat memodifikasi kendaraan untuk bisa menggunakan BBN.

Kenaikan harga Pertamax Green 95 menunjukkan bahwa peningkatan porsi campuran bioetanol dalam bensin tidak langsung membuat harga BBN jadi lebih terjangkau. foto: Instagram @trend_asia