INFOTREN.ID - PT PLN (Persero) mengumumkan keberhasilan mereka dalam menyalakan kembali seluruh gardu induk di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Langkah ini diambil menyusul adanya gangguan sistem kelistrikan total yang melanda wilayah tersebut sejak Jumat malam, 22 Mei 2026, tepatnya pukul 18.44 WIB.
Gangguan besar ini menyebabkan pemadaman listrik meluas di hampir seluruh wilayah Sumbar, memicu upaya pemulihan segera dari pihak PLN untuk mengembalikan pasokan listrik kepada masyarakat. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap untuk memastikan keamanan dan stabilitas jaringan.
Hingga Sabtu pagi, 23 Mei 2026, tim PLN terus bekerja keras untuk menormalisasi arus listrik hingga mencapai 100 persen. Meskipun gardu induk sudah menyala, pemulihan penuh ke rumah pelanggan masih membutuhkan waktu karena perlu mengaktifkan seluruh penyulang yang sempat padam.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumbar, Ajrun Karim, memberikan pembaruan mengenai progres pemulihan listrik tersebut. Dilansir dari Antara, beliau menyatakan bahwa sebagian besar sistem telah kembali berfungsi normal.
"Sampai dengan pukul 05.00 WIB, 60 persen sistem sudah pulih dan kita masih terus mengupayakan agar bisa normal menyala hingga 100 persen," kata General Manager PLN UID Sumbar Ajrun Karim dilansir Antara, Sabtu (23/5/2026).
Total terdapat 21 gardu induk di Sumbar yang kini telah beroperasi kembali, meskipun demikian, masih ada 175 penyulang dari total 394 penyulang yang belum mengalirkan listrik ke pelanggan. Wilayah terdampak meliputi belasan kota dan kabupaten, termasuk Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman, dan beberapa wilayah lainnya.
Pihak PLN menegaskan bahwa kondisi jaringan tegangan rendah dan menengah di Sumatera Barat secara keseluruhan telah dinyatakan aman. Fokus utama petugas teknis di lapangan kini adalah memulihkan sisa penyulang yang belum menerima aliran listrik.
"Semua gardu induk sudah menyala, ini tinggal proses pembebanan di masing-masing titik penyulang saja," kata dia.
Diduga kuat, akar permasalahan gangguan kelistrikan massal ini berasal dari sistem kelistrikan di Provinsi Jambi. Gangguan serupa juga dilaporkan turut memengaruhi pasokan listrik di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Riau, menandakan adanya masalah sistemik yang lebih luas.