INFOTREN.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program vaksinasi booster kedua di seluruh wilayah ibu kota. Langkah ini diambil menyusul adanya temuan bahwa capaian vaksinasi dosis ketiga ini masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah pusat. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Widyastuti, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah meningkatkan cakupan pada kelompok rentan, terutama lansia dan pekerja publik.
"Kami mencatat bahwa capaian booster kedua di Jakarta masih perlu ditingkatkan secara signifikan," ujar Widyastuti dalam keterangan resminya pada Selasa (17/10/2023). Menurutnya, data per 16 Oktober 2023 menunjukkan bahwa baru sekitar 35 persen dari total populasi yang telah menerima dosis penguat kedua.
Widyastuti menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menginstruksikan seluruh Puskesmas dan fasilitas kesehatan untuk proaktif menjangkau kelompok prioritas. Prioritas utama diberikan kepada warga lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun yang memiliki risiko lebih tinggi jika terpapar COVID-19.
PT MBI Gandeng Disnakertrans Muba Seleksi Ketat 25 Petugas Keamanan Prioritas Warga Lokal
"Fokus kami adalah lansia dan pekerja publik karena mereka memiliki mobilitas tinggi dan rentan terhadap penularan," kata Widyastuti lebih lanjut. Ia menambahkan bahwa petugas kesehatan akan dikerahkan untuk melakukan kunjungan langsung atau door-to-door ke permukiman padat penduduk.
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Santoso, mendukung penuh langkah pengetatan pengawasan ini. Santoso menekankan pentingnya sosialisasi yang lebih masif mengenai manfaat vaksinasi dosis ketiga, terutama untuk mencegah gejala berat saat terjadi lonjakan kasus.
"Masyarakat perlu diedukasi lebih lanjut bahwa booster kedua ini sangat penting untuk menjaga imunitas kolektif kita," ungkap Santoso saat dihubungi terpisah pada hari yang sama. Ia berharap sinergi antara Pemprov dan masyarakat dapat segera mendongkrak angka capaian.
Peluang Emas Mahasiswi Baru UGM 2026: Beasiswa STEM Kolaborasi Internasional Telah Dibuka
Pemprov DKI juga akan mengintegrasikan data vaksinasi dengan sistem pelacakan kesehatan lainnya untuk memastikan tidak ada warga yang terlewatkan. Selain itu, ketersediaan vaksin booster di seluruh Puskesmas dipastikan selalu memadai untuk memenuhi permintaan masyarakat.
"Kami menjamin ketersediaan stok vaksin di semua titik layanan. Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan," tegas Widyastuti. Pemprov berharap dengan pengawasan ketat dan jangkauan yang lebih luas, target nasional dapat segera tercapai pada kuartal akhir tahun ini.
Dilansir dari keterangan resmi Pemprov DKI Jakarta.