INFOTREN.ID - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, memimpin rapat koordinasi teknis (rakortek) antisipasi dampak La Nina di masa transisi musim kemarau menuju musim hujan. Rapat ini dilaksanakan di Balai Kota DKI Jakarta pada hari Selasa, 15 Agustus 2023.

Heru menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dan perangkat daerah dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem akibat fenomena La Nina.

"Kita harus memastikan semua sistem kesiapsiagaan berfungsi optimal, mulai dari mitigasi risiko hingga penanganan darurat bencana," ujar Heru Budi Hartono saat membuka Rakortek.

Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, memaparkan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana. BPBD telah melakukan pemetaan wilayah rawan genangan dan menyiapkan pompa mobile di titik-titik kritis.

"Kami telah menyiapkan 66 pompa mobile yang siap digerakkan ke lokasi prioritas apabila intensitas hujan meningkat," kata Isnawa Adji.

Selain itu, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melaporkan progres normalisasi dan naturalisasi sungai telah mencapai 70% dari target keseluruhan. Pengerjaan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko luapan air saat hujan deras.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyoroti fokus pada pengelolaan sampah. Ia mengingatkan bahwa penumpukan sampah dapat memperparah kondisi banjir.

"Kami mengimbau warga untuk tidak membuang sampah ke saluran air, karena ini adalah kontributor utama masalah genangan," tegas Asep Kuswanto.

Dinas Perhubungan (Dishub) juga diminta untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas alternatif jika terjadi kemacetan akibat genangan air di ruas jalan utama.