INFOTREN.ID - Jakarta - Pemerintah Indonesia menargetkan angka kemiskinan ekstrem di Tanah Air dapat mencapai nol persen pada akhir tahun 2024. Target ambisius ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang paling rentan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengungkapkan bahwa saat ini angka kemiskinan ekstrem sudah berhasil ditekan hingga 0,96 persen per September 2023. Penurunan ini menunjukkan progres signifikan dari posisi sebelumnya.
"Penurunan angka kemiskinan ekstrem dari 2,5 persen pada Maret 2022 menjadi 0,96 persen pada September 2023 adalah bukti keberhasilan program pengentasan kemiskinan yang terstruktur," ujar Muhadjir Effendy dalam sebuah acara di Jakarta pada Selasa (28/5/2024).
PT MBI Gandeng Disnakertrans Muba Seleksi Ketat 25 Petugas Keamanan Prioritas Warga Lokal
Ia menekankan bahwa upaya penurunan angka kemiskinan, baik ekstrem maupun absolut, akan terus digenjot hingga penghujung masa pemerintahan saat ini. Langkah ini dilakukan melalui berbagai intervensi kebijakan yang terintegrasi.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada September 2023, jumlah penduduk miskin ekstrem adalah sekitar 2,55 juta jiwa. Angka ini setara dengan 0,96 persen dari total penduduk Indonesia.
Muhadjir menambahkan bahwa target nol persen kemiskinan ekstrem pada Desember 2024 bukanlah sekadar wacana, melainkan sebuah keharusan yang harus dicapai melalui sinergi antar kementerian/lembaga. Ia optimis target tersebut dapat terealisasi.
Peluang Emas Mahasiswi Baru UGM 2026: Beasiswa STEM Kolaborasi Internasional Telah Dibuka
"Kita harus memastikan bahwa tidak ada lagi masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan ekstrem pada akhir tahun ini," kata Muhadjir menegaskan komitmen pemerintah.
Dilansir dari Antara, pemerintah telah mengidentifikasi beberapa wilayah prioritas yang masih memiliki konsentrasi kemiskinan ekstrem tinggi. Fokus intervensi diarahkan pada peningkatan akses layanan dasar dan penciptaan lapangan kerja.
Selain itu, penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran menjadi kunci utama dalam strategi percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem ini. Program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan terus dievaluasi efektivitasnya.