INFOTREN.ID - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan kembali penundaan peluncuran satelit multifungsi Nusantara H3. Penundaan ini dilakukan untuk memastikan semua sistem berjalan optimal sebelum proses peluncuran dilakukan. Satelit ini dijadwalkan meluncur dari Guyana Space Center, Kourou, Guyana Prancis.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, dalam konferensi pers hari Senin (17/6/2024) menyatakan bahwa penundaan ini merupakan langkah kehati-hatian. "Kami ingin memastikan bahwa satelit Nusantara H3 benar-benar siap meluncur dan berfungsi sesuai harapan," ujar Budi Arie Setiadi.

Satelit Nusantara H3 merupakan satelit multifungsi yang akan menggantikan peran satelit Palapa-D yang masa pakainya telah habis. Satelit ini dirancang untuk mendukung konektivitas di seluruh wilayah Indonesia, terutama daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Kepala Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Ismail, menambahkan bahwa proses persiapan di lokasi peluncuran masih memerlukan waktu tambahan. "Ada beberapa kalibrasi akhir yang harus diselesaikan oleh mitra peluncuran kami," kata Ismail.

Penundaan ini menambah daftar penundaan sebelumnya yang disebabkan oleh faktor teknis dan cuaca di lokasi peluncuran. Meskipun demikian, Kominfo menegaskan bahwa proyek ini tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

Satelit ini dibangun oleh Airbus Defence and Space dan menggunakan teknologi terbaru untuk meningkatkan kapasitas dan jangkauan. Peluncuran yang tertunda ini diharapkan tidak mengganggu layanan telekomunikasi yang sudah ada.

Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Viada Setyawati, mendukung langkah hati-hati pemerintah. "Keselamatan dan kesuksesan peluncuran adalah yang utama, penundaan demi kebaikan bersama," tegas Meutya Viada Setyawati.

Kominfo berjanji akan memberikan informasi terbaru mengenai jadwal peluncuran yang baru segera setelah semua aspek teknis dipastikan aman dan siap.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Edukasi.okezone. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.