INFOTREN.ID - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah meluncurkan sebuah inisiatif penting dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor riset. Keduanya berkolaborasi dalam membuka skema Beasiswa Doctor by Research.
Program beasiswa ini dirancang secara spesifik untuk menjawab kebutuhan mendesak dalam meningkatkan jumlah peneliti yang memiliki jenjang pendidikan doktor. Selain itu, beasiswa ini juga bertujuan untuk memperkuat kapasitas riset yang ada di tingkat nasional.
Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, menjelaskan visi besar di balik program ini. Ia menekankan bahwa pengembangan talenta riset merupakan sebuah ekosistem yang harus dibangun secara berkelanjutan.
"Pengembangan talenta riset dirancang sebagai ekosistem yang berkelanjutan, mulai dari program magang mahasiswa, pendidikan magister dan doktor berbasis riset (degree by research), hingga program pascadoktoral, joint research visit, dan visiting researcher," ujar Ajeng Arum Sari dalam laman BRIN, Senin (13/7/2026).
Skema Doctor by Research ini merupakan salah satu pilar penting dalam ekosistem tersebut. Melalui program ini, calon peneliti didorong untuk menyelesaikan studi doktor mereka dengan fokus utama pada penelitian yang mendalam.
Hal ini sejalan dengan tujuan BRIN dan LPDP untuk menciptakan lingkungan riset yang kondusif dan inovatif. Ketersediaan peneliti berkualitas doktor diharapkan dapat mendorong lahirnya terobosan-terobosan baru.
Program ini juga mencakup berbagai tahapan pengembangan talenta riset lainnya. Mulai dari pemberian kesempatan magang bagi mahasiswa hingga fasilitasi bagi para peneliti pascadoktoral.
Inisiatif ini membuka peluang luas bagi individu yang bercita-cita menjadi peneliti doktor. Diharapkan, kolaborasi BRIN dan LPDP ini akan menghasilkan kontribusi signifikan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
Dikutip dari laman BRIN, program ini merupakan bagian dari upaya komprehensif untuk memajukan ekosistem riset nasional.