INFOTREN.ID - Perdagangan awal pekan pada Senin, 8 Juni 2026, dibuka dengan suasana yang kurang bersahabat bagi pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami tekanan jual yang sangat kuat sejak pembukaan sesi perdagangan.

Tekanan signifikan ini menyebabkan IHSG terjun bebas, mencatatkan penurunan tajam yang mencapai 199,70 poin. Penurunan ini membawa indeks berada di level 5.395,07 pada awal sesi tersebut.

Secara persentase, pelemahan yang dialami IHSG pada hari itu cukup mengkhawatirkan, yakni terperosok sebesar 3,57%. Angka ini menunjukkan dominasi sentimen negatif yang melanda para pelaku pasar modal di Tanah Air.

Kondisi pasar pagi itu secara jelas mencerminkan sentimen negatif yang mendominasi hampir seluruh sektor yang terdaftar di bursa efek. Mayoritas saham yang diperdagangkan terlihat bergerak dalam zona merah, alias mengalami koreksi harga.

Data perdagangan pagi hari itu menunjukkan ketidakseimbangan yang mencolok antara saham yang menguat dan yang melemah. Sebanyak 497 saham tercatat mengalami penurunan harga pada pembukaan hari itu.

Sementara itu, hanya segelintir saham yang mampu bertahan dari tekanan jual tersebut. Jumlah saham yang berhasil menguat tercatat hanya sebanyak 73 saham dari keseluruhan yang diperdagangkan secara aktif.

Sebanyak 389 saham lainnya tercatat berada dalam posisi stagnan atau tidak menunjukkan perubahan harga yang berarti pada saat pembukaan perdagangan perdana di pekan tersebut.

Pemicu utama dari gejolak ini disebut berasal dari isu eksternal dan domestik, yaitu ketegangan yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah, serta kekhawatiran mengenai kondisi fiskal domestik Indonesia.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, pelemahan drastis ini menunjukkan bahwa sentimen negatif dan tekanan jual masih mendominasi hampir seluruh sektor di pasar saham Indonesia.