INFOTREN.ID - Apa yang terjadi pada pasar saham Indonesia pada hari Selasa, 12 Mei, menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami penurunan drastis sepanjang sesi perdagangan pagi.

Siapa yang terdampak dari kondisi ini? Seluruh pelaku pasar modal merasakan dampak langsung dari sentimen negatif yang berkembang, terutama yang berkaitan dengan stabilitas mata uang domestik.

Di mana penurunan ini terekam? Penurunan tajam tersebut terkonfirmasi berdasarkan data yang dihimpun dari RTI (Refinitif Trading Information) pada penutupan sesi pertama perdagangan hari itu.

Kapan penurunan ini terjadi? Koreksi signifikan ini berlangsung pada hari Selasa, tanggal 12 Mei, tepatnya hingga berakhirnya sesi perdagangan pagi hari.

Secara kuantitatif, berapa kerugian yang diderita IHSG? IHSG tergerus sebesar 1,43% atau setara dengan 98,492 poin dari penutupan sebelumnya.

Berapa level penutupan sementara IHSG pada saat itu? Akibat tekanan jual tersebut, IHSG harus ditutup pada level 6.807,128 pada akhir sesi pagi hari.

Mengapa terjadi pelemahan ganda ini? Tekanan pelemahan yang dialami IHSG ini sangat erat kaitannya dengan sentimen negatif yang menyelimuti pergerakan mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.

Bagaimana kondisi nilai tukar Rupiah saat itu? Rupiah dilaporkan mengalami pelemahan tajam hingga menyentuh level psikologis yang cukup mengkhawatirkan, yaitu mendekati Rp17.500 per Dolar AS.

Dilansir dari RTI, disebutkan bahwa pelemahan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong aksi jual di lantai bursa. "IHSG turun 1,43% atau 98,492 poin ke level 6.807,128 hingga akhir sesi pagi di tengah tekanan pelemahan rupiah sentuh Rp 17.500," demikian informasi yang tercatat.