INFOTREN.ID - Kekhawatiran serius mengenai keamanan data nasional kini mendorong mayoritas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Tweede Kamer) Belanda untuk bersuara lantang. Mereka menuntut pemerintah pusat segera mengambil alih kendali atas sistem identitas digital nasional krusial negara.

Sistem identitas digital yang dimaksud adalah DigiD, sebuah platform vital yang menjadi pintu gerbang utama bagi warga Belanda saat mengakses berbagai layanan publik secara daring. Hal ini menunjukkan betapa sensitifnya infrastruktur tersebut bagi operasional negara.

Permintaan mendesak ini muncul sebagai reaksi langsung atas rencana akuisisi perusahaan Solvinity, yang saat ini mengelola DigiD, oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat. Keputusan ini menimbulkan gejolak di kalangan legislatif Belanda.

Para anggota parlemen menyatakan kerisauan mendalam mengenai implikasi keamanan dan kedaulatan data jika infrastruktur penting ini jatuh ke bawah yurisdiksi asing. Mereka melihat potensi risiko yang signifikan terhadap integritas data warga negara.

"Mayoritas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Tweede Kamer) Belanda telah menyatakan keprihatinan mendalam mengenai keamanan data nasional," demikian pernyataan yang muncul dari diskusi internal mereka mengenai isu ini.

Selain itu, mereka secara tegas menginginkan agar pengelolaan sistem identitas digital nasional, yang dikenal sebagai DigiD, segera dipindahkan dari kendali perusahaan Solvinity. Keinginan ini menekankan urgensi pemindahan kendali operasional.

Langkah tegas ini merupakan puncak dari serangkaian diskusi panjang yang berfokus pada siapa yang seharusnya bertanggung jawab penuh atas pengelolaan infrastruktur digital kritis milik negara. Kepemilikan asing dianggap tidak ideal untuk aset strategis.

DigiD dipandang sebagai aset strategis karena memfasilitasi interaksi digital antara warga dan pemerintah, menjadikannya target utama yang harus diamankan dari intervensi atau pengaruh luar negeri.

"Mereka secara tegas menginginkan agar pengelolaan sistem identitas digital nasional, yang dikenal sebagai DigiD, segera dipindahkan dari kendali perusahaan Solvinity," demikian ditekankan dalam hasil pertemuan tersebut.