INFOTREN.ID - Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kabupaten/Kota pada tahun 2026 akan memberlakukan serangkaian tata tertib yang ketat untuk menjaga integritas kompetisi. Peserta diimbau untuk mempelajari seluruh peraturan yang ditetapkan agar tidak mengalami kerugian akibat kelalaian sepele.

Peraturan ini disusun dengan tujuan memastikan bahwa proses seleksi berjalan adil dan transparan bagi seluruh kontestan dari berbagai daerah. Kepatuhan terhadap setiap poin tata tertib menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mengikuti kompetisi sains bergengsi ini.

Salah satu fokus utama dalam aturan baru ini adalah mengenai prosedur ujian dan penggunaan alat bantu selama kompetisi berlangsung. Pengawasan akan ditingkatkan secara signifikan untuk meminimalisir potensi pelanggaran akademik yang dapat merusak citra OSN.

Kepala Dinas Pendidikan setempat menyatakan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap aturan tersebut sejak dini. "Peserta harus memastikan bahwa mereka memahami secara mendalam setiap klausul tata tertib yang telah disiapkan oleh panitia pusat," ujar Kepala Dinas Pendidikan.

Hal ini ditekankan karena pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa beberapa kasus diskualifikasi terjadi karena ketidaktahuan peserta terhadap larangan spesifik. Oleh karena itu, sosialisasi intensif mengenai tata tertib ini menjadi prioritas sebelum hari pelaksanaan.

Panitia juga mengingatkan bahwa penggunaan perangkat komunikasi elektronik, seperti ponsel pintar, di area ujian sangat dilarang keras. Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan langsung berakibat pada pembatalan hasil ujian peserta yang bersangkutan.

Lebih lanjut, mengenai identitas peserta, mereka wajib membawa kartu identitas resmi yang telah diverifikasi saat pendaftaran. "Identitas diri peserta harus sesuai dengan data yang terdaftar dan diverifikasi oleh petugas pengawas di lokasi ujian," kata seorang Koordinator Teknis OSN.

Keterlambatan dalam proses registrasi atau ketidaklengkapan dokumen administrasi sebelum waktu yang ditentukan juga dapat mempengaruhi kelayakan peserta untuk mengikuti babak selanjutnya. Semua tahapan harus dilalui sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.

Dikutip dari sumber resmi penyelenggara, penegasan mengenai etika selama kompetisi juga menjadi sorotan penting. Hal ini mencakup larangan berinteraksi dengan peserta lain selama sesi berlangsung untuk menjaga fokus dan independensi jawaban.