INFOTREN.ID - Kondisi emosional yang mengalami ketidakstabilan, seperti ketika tingkat stres meningkat tajam, seringkali memicu respons fisik yang tidak nyaman di dalam tubuh manusia. Salah satu manifestasi umum dari kondisi ini adalah munculnya rasa perut kembung dan begah, terlepas dari pola konsumsi makanan yang telah dijaga dengan baik.
Fenomena ini terjadi karena adanya hubungan timbal balik yang sangat erat antara pusat saraf utama (otak) dengan sistem organ pencernaan. Kedua sistem vital ini terbukti saling memengaruhi kinerja satu sama lain secara signifikan dalam kondisi tertentu.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, para profesional kesehatan sepakat bahwa usus seringkali dijuluki sebagai "otak kedua" dalam tubuh manusia. Julukan ini diberikan karena sistem pencernaan menunjukkan sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan atau kondisi saraf yang sedang dialami oleh individu.
Sistem pencernaan memiliki kapasitas unik untuk merefleksikan keadaan emosional yang sedang dihadapi oleh seseorang. Koneksi mendalam inilah yang menjelaskan mengapa gangguan psikis dapat berimplikasi langsung pada kesehatan perut.
Pertanyaan mendasar yang muncul adalah mengenai mekanisme biologis spesifik yang menyebabkan stres dapat berujung pada gejala kembung yang mengganggu. Jawaban atas pertanyaan ini mengarah pada pemahaman mendalam tentang cara kerja sistem saraf.
Mekanisme tersebut berpusat pada peran sistem saraf enterik (ENS), sebuah komponen integral dari sistem saraf otonom tubuh. Sistem saraf enterik ini bertanggung jawab penuh dalam mengelola dan mengatur seluruh rangkaian proses pencernaan yang terjadi di dalam tubuh.
Rebecca Ditkoff, seorang konselor makan yang berbasis di New York City, turut memberikan penekanan mengenai keterkaitan erat ini. "Sistem pencernaan mencerminkan keadaan emosional yang sedang dialami oleh individu tersebut, mengingat kedua sistem ini terhubung erat," ujar Rebecca Ditkoff.
Keterkaitan antara otak dan usus ini menunjukkan bahwa pengelolaan stres bukan hanya penting bagi kesehatan mental, tetapi juga merupakan strategi pencegahan efektif untuk menghindari gangguan pencernaan fungsional seperti perut kembung.