INFOTREN.ID - Sebuah operasi pencarian besar-besaran tengah dilaksanakan oleh tim darurat di Tiongkok bagian utara pada hari Minggu untuk menemukan dua pekerja yang masih dinyatakan hilang. Upaya ini dilakukan setelah insiden ledakan gas mematikan mengguncang sebuah tambang batu bara di wilayah tersebut.

Tragedi mengerikan ini terjadi di poros tambang Liushenyu, Provinsi Shanxi, pada hari Jumat, 22 Mei, dan telah mengakibatkan sedikitnya 82 pekerja meninggal dunia. Peristiwa tragis ini tercatat sebagai bencana pertambangan terburuk yang melanda Tiongkok dalam kurun waktu hampir dua dekade terakhir.

Berdasarkan data yang diperoleh dari media setempat, total 247 pekerja berada di bawah tanah ketika gelombang ledakan gas terjadi. Menanggapi situasi darurat tersebut, ratusan petugas penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melaksanakan proses evakuasi korban.

Hingga Minggu malam, tim medis telah berhasil mengevakuasi dan membawa 128 orang pekerja ke rumah sakit menggunakan ambulans dan tandu. Pihak kepolisian setempat juga mengambil langkah pengamanan dengan memblokade akses jalan menuju area tambang, hanya mengizinkan kendaraan resmi untuk melintas.

Para petugas penyelamat terus bekerja keras, turun ke dalam poros tambang secara bergantian sepanjang malam dengan menggunakan helm pelindung, demi menemukan dua pekerja yang belum ditemukan. Dikutip dari Media Indonesia, salah satu petugas penyelamat menyampaikan tekad mereka dalam proses pencarian.

"Selama masih ada harapan, kami akan melakukan segala upaya yang memungkinkan," ujar salah satu petugas penyelamat kepada kantor berita resmi Xinhua.

Pemerintah Tiongkok telah segera meluncurkan investigasi mendalam untuk mengusut tuntas akar penyebab ledakan yang mematikan ini. Melalui konferensi pers di stasiun televisi CCTV, otoritas terkait mengindikasikan temuan awal mengarah pada adanya pelanggaran ilegal yang serius oleh perusahaan pengelola tambang.

Pihak berwenang juga memberikan pernyataan tegas mengenai sanksi bagi pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. "Mereka yang terbukti bertanggung jawab akan dihukum berat sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku," tegas pihak berwenang.

Seorang oknum yang memegang tanggung jawab atas perusahaan tambang tersebut dilaporkan telah diamankan oleh pihak kepolisian, menurut informasi dari Xinhua. Sebagai respons atas tragedi ini, Dewan Negara Tiongkok langsung mengeluarkan perintah untuk penertiban tegas berskala nasional terhadap seluruh aktivitas ilegal dalam sektor pertambangan.