INFOTREN.ID - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan, Airin Rico Waas, memberikan apresiasi tinggi terhadap sebuah inisiatif perlombaan seni yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Kristen (MPK) untuk wilayah Sumatra Utara dan Aceh. Ajang ini secara khusus menargetkan peserta didik mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD).
Kegiatan perlombaan seni ini dinilai sangat strategis karena dipandang sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam pengembangan dua aspek krusial bagi generasi muda, yaitu kreativitas dan pembentukan karakter. Hal ini disampaikan langsung oleh Airin saat menerima kunjungan audiensi dari jajaran pengurus MPK wilayah Sumut-Aceh.
Pertemuan resmi tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Medan pada hari Senin, tanggal 11 Mei 2026. Momen ini menjadi wadah bagi TP PKK untuk menyampaikan dukungan moral terhadap program-program pendidikan non-formal yang berorientasi pada pengembangan potensi anak.
Airin Rico Waas menyatakan bahwa program yang diinisiasi oleh MPK ini memiliki nilai yang sangat positif dan bermanfaat bagi perkembangan peserta didik di Kota Medan. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini melampaui sekadar kompetisi semata.
"Program ini sangat baik karena mengasah kreativitas anak-anak. Harapannya, lomba ini bukan hanya jadi ajang prestasi, tapi benar-benar membentuk anak yang berkarakter baik dan kreatif," kata Airin Rico Waas. Pernyataan ini menegaskan fokus utama dukungan PKK terhadap kualitas pengembangan diri anak.
Lomba seni yang diadakan oleh MPK ini merupakan wujud nyata upaya kolektif dalam memberikan ruang berekspresi yang sehat bagi para pelajar di tingkat dasar. Melalui seni, diharapkan nilai-nilai positif dapat tertanam secara alami.
Dukungan dari Ketua TP PKK ini diharapkan dapat mendorong partisipasi yang lebih luas dari masyarakat dan sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan MPK wilayah Sumut-Aceh. Ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah melalui PKK dan lembaga pendidikan keagamaan.
Dilansir dari laman resmi Pemkot Medan, foto dokumentasi pertemuan tersebut menunjukkan suasana audiensi yang hangat dan penuh dukungan antara pihak PKK dan perwakilan MPK. Hal ini menggarisbawahi komitmen bersama untuk masa depan pendidikan anak Medan.
Adanya kegiatan seperti ini membuktikan bahwa upaya pembentukan karakter tidak melulu dilakukan melalui kurikulum formal, tetapi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler yang merangsang sisi emosional dan artistik siswa.