INFOTREN.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) baru-baru ini menyelenggarakan sebuah ritual kenegaraan yang penting. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Juni.
Seremonial tersebut berupa upacara bendera yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Pelaksanaan upacara bendera ini secara khusus dipersembahkan untuk menghormati dan memperingati hari bersejarah tersebut.
Acaranya berlangsung pada hari Senin, 1 Juni 2026, di lingkungan Kantor BPBD Provinsi NTB. Momen ini menjadi penanda penting dalam kalender kegiatan kelembagaan BPBD NTB.
Seluruh pegawai dan jajaran BPBD NTB turut mengambil bagian aktif dalam upacara tersebut. Partisipasi menyeluruh ini menunjukkan tingkat penghormatan yang tinggi terhadap Pancasila sebagai dasar negara.
Peringatan Hari Lahir Pancasila memiliki makna substansial bagi setiap pegawai BPBD NTB. Hal ini karena Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan fondasi filosofis bangsa Indonesia.
Pancasila harus selalu dijunjung tinggi oleh seluruh aparatur sipil negara dalam menjalankan tugas sehari-hari. Ini menjadi pengingat konstan mengenai landasan ideologis dalam setiap pekerjaan.
Kegiatan ini secara implisit menegaskan bahwa komitmen pelayanan tanggap darurat harus berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila. Integritas dan kemanusiaan menjadi prioritas utama dalam penanggulangan bencana.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, kegiatan seremonial ini secara tegas mengikat setiap tindakan operasional BPBD dengan etika kebangsaan yang terkandung dalam ideologi tersebut.
"Pelaksanaan upacara ini berlangsung dengan khidmat di lingkungan Kantor BPBD Provinsi NTB," demikian disebutkan dalam rangkaian pemberitaan mengenai acara tersebut.