INFOTREN.ID - MNC University baru-baru ini sukses menyelenggarakan sebuah acara penting berupa talkshow sekaligus kuliah bersama. Acara ini dirancang untuk membahas strategi pengembangan sektor pariwisata budaya di Indonesia.

Fokus utama dari kegiatan tersebut adalah upaya revitalisasi destinasi pariwisata budaya melalui dua pendekatan fundamental. Pendekatan tersebut mencakup rekonstruksi narasi lokal yang kuat serta pemanfaatan inovasi teknologi terkini.

Secara spesifik, kegiatan yang diselenggarakan oleh MNC University ini mengusung tema besar "Revitalisasi Destinasi Pariwisata Budaya melalui Rekonstruksi Narasi Lokal dan Inovasi Augmented Reality". Inisiatif ini menunjukkan komitmen institusi dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata.

Acara ini mempertemukan akademisi, praktisi, serta mahasiswa untuk berdiskusi mendalam mengenai potensi sinergi antara warisan budaya dan teknologi digital. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman wisata yang lebih kaya dan relevan bagi pengunjung masa kini.

Pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) menjadi sorotan utama dalam diskusi tersebut sebagai alat bantu visualisasi. Teknologi ini diharapkan mampu menghidupkan kembali cerita dan konteks sejarah dari destinasi budaya yang ada.

Selain teknologi, penekanan kuat diberikan pada pentingnya narasi lokal yang otentik dan mendalam. Narasi yang kuat akan menjadi fondasi utama dalam menarik minat wisatawan untuk memahami kekayaan budaya setempat.

"MNC University menggelar talkshow dan kuliah bersama bertajuk Revitalisasi Destinasi Pariwisata Budaya melalui Rekonstruksi Narasi Lokal dan Inovasi Augmented Reality," demikian disebutkan mengenai acara tersebut. Hal ini menggarisbawahi fokus ganda dari inisiatif ini, yakni pelestarian dan modernisasi.

Dikutip dari penyelenggara, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal konkret dalam menghasilkan lulusan yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang. Inovasi semacam ini sangat krusial bagi masa depan pariwisata Indonesia.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Edukasi.sindonews. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.