INFOTREN.ID - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Lestari Moerdijat, menyoroti pentingnya upaya kongkret dalam membangun mekanisme penguatan dan penanganan kesehatan jiwa bagi anak-anak Indonesia. Hal ini dianggap krusial untuk membentuk generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki daya saing tinggi.
"Dibutuhkan langkah nyata bersama dalam mewujudkan generasi penerus yang berdaya saing dengan mendorong agar kesehatan jiwa/mental anak mendapat perhatian serius semua pihak," ujar Lestari Moerdijat dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Minggu, 12 Juli 2026.
Fokus mendesak pada kesehatan mental anak ini didasari oleh temuan data yang cukup mengkhawatirkan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hasil skrining yang dilakukan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Januari 2026 menunjukkan adanya indikasi gejala depresi pada sebagian anak di Indonesia.
Temuan dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tersebut menjadi alarm bagi banyak pihak terkait kondisi kesehatan mental anak-anak. Data ini mengindikasikan perlunya intervensi segera untuk mencegah dampak jangka panjang yang bisa memengaruhi perkembangan individu maupun bangsa.
Oleh karena itu, Wakil Ketua MPR RI menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor. Semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah, diharapkan dapat bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mental anak secara optimal.
Upaya penguatan kesehatan mental ini diharapkan dapat menjadi fondasi penting bagi terciptanya generasi emas Indonesia. Generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman dengan ketangguhan mental dan emosional yang kuat.