INFOTREN.ID - Fenomena penurunan kapasitas baterai pada kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) telah menjadi perhatian utama bagi para pemilik saat ini. Degradasi ini secara perlahan mengurangi kemampuan daya simpan energi kendaraan seiring bertambahnya usia pemakaian.
Penurunan performa ini bukanlah sebuah anomali, melainkan hasil dari proses degradasi alami yang tak terhindarkan. Proses kimia internal yang terjadi di dalam sel baterai lithium-ion menjadi penyebab utama kemunduran ini.
Disadur dari JAKARTAHYPE.COM, penurunan kesehatan baterai ini merupakan bagian yang inheren dari teknologi penyimpanan energi yang digunakan pada EV saat ini. Tidak ada teknologi yang sepenuhnya kebal terhadap efek waktu dan penggunaan.
Secara umum, para ahli memperkirakan bahwa penurunan kesehatan baterai kendaraan listrik berada pada kisaran satu hingga dua persen per tahun. Angka ini memberikan proyeksi yang jelas mengenai laju penuaan baterai.
Estimasi penurunan tahunan ini sangat penting bagi pengguna EV untuk membuat perencanaan perawatan dan penggantian komponen di masa mendatang. Pemahaman ini membantu dalam memprediksi umur pakai optimal baterai.
"Penurunan kapasitas baterai pada kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) merupakan isu krusial yang dihadapi pemilik saat ini," demikian disampaikan dalam analisis mengenai kondisi baterai EV.
Aleix Espargaro Rasakan Keunggulan Motor Prototipe MotoGP 850cc Jelang Regulasi Teknis 2027
Lebih lanjut, artikel tersebut menjelaskan bahwa penurunan performa ini terjadi secara bertahap seiring dengan berjalannya usia pakai unit kendaraan tersebut. Ini menegaskan sifat progresif dari proses degradasi.
Proses degradasi alami ini disebabkan oleh reaksi kimia internal yang tak terhindarkan dalam sel baterai lithium-ion yang digunakan sebagai sumber energi utama EV, menurut sumber berita tersebut.
"Penurunan kapasitas ini merupakan bagian inheren dari teknologi penyimpanan energi yang ada saat ini," ujar pakar terkait isu ketahanan baterai.