INFOTREN.ID - Sebuah lorong yang terletak di Jalan Sungai Cerekang, Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Makassar, pada pandangan pertama tampak seperti kawasan permukiman padat penduduk pada umumnya. Namun, di tengah kesibukan aktivitas warga sehari-hari, muncul sebuah inisiatif yang membawa harapan baru bagi komunitas setempat.
Inisiatif yang dimaksud adalah Ruang Pintar, sebuah konsep pengembangan ruang publik yang memanfaatkan keterbatasan fisik lorong menjadi sebuah aset berharga. Ruang ini kini berfungsi sebagai titik temu penting untuk berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi warga.
Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Pintar sangat beragam, mencakup proses belajar mengajar bagi anak-anak hingga menjadi lokasi diskusi serius mengenai isu-isu lingkungan. Hal ini menunjukkan peran ganda ruang tersebut sebagai sarana pendidikan dan wadah dialog publik.
Kehadiran tokoh publik, Fadly Padi, pada hari Jumat, 24 April 2026, semakin memperkuat pertemuan gagasan di lokasi tersebut. Momen ini menjadi representasi nyata antara tantangan lingkungan lorong yang terbatas dengan visi perubahan yang ingin dicapai.
"Kehadiran Fadly Padi pada hari Jumat, 24 April 2026, memperkuat pertemuan gagasan antara realitas lingkungan lorong yang terbatas dengan visi perubahan yang berkelanjutan," demikian disarikan dari informasi yang ada.
Ruang Pintar ini sendiri merupakan gagasan yang diinisiasi oleh PNM (Permodalan Nasional Madani). Meskipun demikian, tempat ini bukanlah sebuah bangunan megah yang dibangun dengan kemewahan arsitektur modern.
Sebaliknya, Ruang Pintar didefinisikan sebagai sebuah ruang hidup yang tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat sekitar. Fondasi utama dari inisiatif ini adalah keyakinan bahwa keterbatasan fisik tidak boleh menghalangi kesempatan warga untuk berkembang.
"Ide dasarnya adalah bahwa keterbatasan fisik tidak boleh menghalangi kesempatan untuk bertumbuh dan belajar," demikian pandangan yang disampaikan oleh inisiator konsep tersebut.
Pendidikan yang ditawarkan di Ruang Pintar hadir dalam bentuk yang sangat otentik dan relevan. Pembelajaran tersebut terintegrasi langsung dengan denyut nadi kehidupan sehari-hari warga di lingkungan lorong tersebut.