INFOTREN.ID - Kasus gigitan hiu terhadap manusia sering kali memicu ketakutan publik, menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai apakah predator laut ini secara aktif mencari mangsa manusia. Sebenarnya, serangan hiu, meskipun jarang, selalu menarik perhatian besar karena sifatnya yang dramatis dan sering dibumbui mitos.
Apa sebenarnya yang mendorong hiu untuk menyerang manusia ketika bertemu di lautan? Secara umum, pertemuan antara hiu dan manusia di habitat alami mereka biasanya bersifat insidental, bukan karena hiu secara spesifik memburu manusia sebagai menu utama mereka.
Beberapa ahli biologi kelautan menjelaskan bahwa sebagian besar insiden gigitan hiu terjadi karena kesalahan identitas atau rasa ingin tahu dari pihak hiu. Hiu sering kali berada di kedalaman atau area yang sama dengan perenang atau peselancar, terutama saat kondisi air keruh atau senja.
Mengapa kesalahan identitas ini sering terjadi? Hiu mengandalkan indra mereka, seperti penglihatan dan pendeteksian getaran, untuk mengidentifikasi mangsa potensial di bawah air. Bentuk papan selancar atau gerakan kaki perenang terkadang menyerupai siluet ikan atau anjing laut dari bawah.
"Sebagian besar serangan hiu bukanlah serangan predator yang disengaja, melainkan lebih kepada gigitan eksplorasi atau kesalahan identitas, terutama pada spesies seperti hiu banteng atau hiu putih besar," ujar seorang ahli konservasi kelautan.
Penyebab lain serangan hiu adalah terkait dengan wilayah teritorial atau ketika hiu merasa terancam oleh kehadiran manusia di dekat area makan mereka. Ketika hiu sedang mencari makan atau melindungi diri, mereka dapat bereaksi agresif terhadap apa pun yang mendekat.
Fakta menarik menunjukkan bahwa manusia bukanlah mangsa alami hiu; pola makan hiu didominasi oleh ikan, anjing laut, atau penyu, tergantung spesiesnya. Oleh karena itu, mitos bahwa hiu secara rutin memburu manusia perlu diluruskan dengan data ilmiah yang ada.
Gigitan yang terjadi sering kali berupa satu kali gigitan dan kemudian hiu melepaskan diri, yang mendukung teori bahwa itu adalah upaya identifikasi awal. "Jika hiu benar-benar berniat memangsa manusia, gigitan pertama biasanya akan jauh lebih fatal dan berulang," kata seorang peneliti perilaku hiu.
Dilansir dari berbagai sumber konservasi, penting bagi masyarakat untuk memahami perilaku hiu sebelum memasuki habitat mereka. Upaya pencegahan lebih baik daripada hanya berfokus pada rasa takut terhadap serangan yang jarang terjadi.