INFOTREN.ID - Kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, ke lokasi hunian sementara (Huntara) 3 di Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, dimanfaatkan warga untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan infrastruktur dasar. Momen tatap muka ini menjadi kesempatan bagi para pengungsi untuk mengutarakan kendala yang mereka hadapi sehari-hari di lokasi penampungan tersebut.

Permintaan utama yang diajukan oleh warga difokuskan pada penyediaan fasilitas sanitasi lingkungan berupa tempat pembuangan sampah dan penambahan lampu penerangan jalan umum. Kebutuhan akan dua fasilitas ini dinilai sangat mendesak untuk meningkatkan kualitas hidup dan keamanan para penghuni Huntara.

Aspirasi ini disampaikan langsung kepada Menteri Dody Hanggodo pada hari Minggu, 24 Mei 2026, ketika rombongan kementerian meninjau langsung kondisi terkini di tengah wilayah yang terdampak. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memonitor perkembangan infrastruktur di area pengungsian tersebut.

Siti Sahari (62), salah seorang penghuni Huntara, mengungkapkan bahwa meskipun kondisi lingkungan secara umum sudah cukup nyaman, ada beberapa kekurangan fasilitas yang sangat mengganggu aktivitas warga. Permasalahan utama yang muncul adalah kurangnya penerangan di malam hari dan ketiadaan wadah sampah yang memadai.

"Alhamdulillah di sini udaranya bagus, baik, bersih dan nyaman. Tapi kurangnya lampu jalan dan tempat sampah belum ada," ucap Siti Sahari kepada detikSumut, Minggu (24/5/2026).

Selain persoalan sarana kebersihan dan penerangan, warga juga memanfaatkan momentum dialog dengan pejabat pusat tersebut untuk melaporkan kendala logistik. Keluhan tersebut mencakup ketidakmerataan distribusi bahan pangan pokok yang dirasakan oleh beberapa kepala keluarga di Huntara.

"Tadi saya sudah minta juga kepada Bapak Menteri, alhamdulillah katanya dia mau bantu nanti secepatnya," ujarnya.

Siti Sahari juga menyampaikan harapan besar agar distribusi bantuan logistik, khususnya kebutuhan pokok seperti beras, dapat segera direalisasikan oleh instansi terkait. Warga sangat menanti bantuan tersebut karena banyak dari mereka yang kehilangan mata pencaharian akibat dampak bencana.

"Kami juga kekurangan beras, sudah kami minta tapi belum dapat bantuan. Semoga sembako datang serta apa yang kami butuhkan segera ada," harapnya.