INFOTREN.ID - Isu mengenai keamanan air minum dalam kemasan kembali menjadi sorotan publik seiring dengan temuan signifikan yang diungkap oleh Komunitas Konsumen Indonesia (KKI). Kekhawatiran utama saat ini berpusat pada peredaran wadah galon guna ulang yang telah mencapai usia pemakaian yang lanjut.
Wadah galon berusia tua ini bahkan telah mendapat julukan spesifik dari kalangan konsumen, yaitu 'Ganula', yang mencerminkan tingkat kekhawatiran mereka terhadap potensi risiko kesehatan yang ditimbulkan.
Temuan ini didapatkan KKI berdasarkan analisis data pengaduan resmi yang masuk melalui kanal komunikasi yang telah mereka sediakan. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keresahan masyarakat terkait kualitas wadah air minum harian mereka.
Data spesifik menunjukkan bahwa mayoritas konsumen yang mengajukan keluhan menyatakan keresahan yang mendalam. Sebanyak 92% dari total konsumen yang mengadukan hal ini merasa sangat gelisah dengan kondisi galon guna ulang yang sudah dinilai terlalu tua namun masih beredar bebas di pasaran.
Angka persentase yang mencapai 92% ini menjadi penanda betapa mendesaknya situasi yang dihadapi konsumen Indonesia terkait standar keamanan produk air minum kemasan. KKI melihat angka ini sebagai bukti kuat perlunya intervensi regulasi yang cepat dari pihak berwenang.
Menanggapi tingginya tingkat kegelisahan konsumen, KKI mengambil langkah tegas dengan mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil tindakan konkret. Desakan ini fokus pada penetapan regulasi mengenai batas usia maksimal bagi wadah galon guna ulang agar tidak beredar lagi.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, urgensi penetapan regulasi ini didasarkan pada potensi risiko kesehatan yang mungkin timbul akibat penggunaan wadah plastik yang sudah terlalu lama. Hal ini merupakan upaya kolektif untuk menjaga kesehatan masyarakat luas.
Dalam salah satu pernyataan resminya, KKI menekankan bahwa kondisi wadah yang sudah terlalu tua berpotensi memengaruhi kualitas air di dalamnya. "Sebanyak 92% dari total konsumen yang mengajukan keluhan merasa sangat gelisah dengan kondisi galon guna ulang yang dinilai sudah terlalu tua namun masih beredar bebas di pasaran," ujar perwakilan KKI.
KKI berharap pemerintah dapat segera merespons temuan ini dengan menetapkan standar teknis yang jelas mengenai masa pakai galon guna ulang. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk air minum kemasan yang mereka konsumsi setiap hari.