INFOTREN.ID - Marc Marquez, pembalap andalan Ducati Lenovo Team, baru-baru ini membagikan tantangan pemulihan yang ia hadapi setelah mengalami serangkaian cedera fisik. Fokus utamanya saat ini adalah mengatasi dampak jangka panjang dari cedera saraf yang sempat menimpanya.
Kesulitan pemulihan cedera saraf ini disebut telah menggerogoti kepercayaan diri sang pembalap saat kembali beraksi di sirkuit MotoGP. Hal ini menunjukkan bahwa pemulihan seorang atlet tidak hanya soal fisik, tetapi juga aspek psikologis yang mendalam.
Insiden yang memicu cedera serius ini terjadi saat Marquez berlaga dalam Sprint Race MotoGP Spanyol. Lokasi kejadian spesifik adalah Sirkuit Jerez de la Frontera pada tanggal 25 April 2026.
Peristiwa dramatis tersebut terekam dalam foto yang diabadikan oleh Pierre-Philippe MARCOU dari kantor berita AFP. Kejadian ini merupakan bagian dari rentetan cobaan fisik yang harus dihadapi oleh pembalap asal Spanyol tersebut.
Menurut pengakuan Marc Marquez, masalah yang berkaitan dengan pemulihan saraf memiliki tingkat kesulitan yang berbeda secara fundamental dibandingkan cedera fisik lainnya. Perbedaan ini terletak pada dampak yang ditimbulkannya.
"Masalah yang berkaitan dengan saraf memiliki tingkat kesulitan pemulihan yang jauh berbeda dibandingkan cedera fisik lainnya," ujar Marc Marquez.
Lebih lanjut, pembalap yang dikenal dengan julukan "The Ant of Cervera" ini merasa bahwa cedera saraf memiliki efek yang lebih menghantui pada mentalitasnya saat berada di lintasan balap. Hal ini menjadi fokus utama dalam proses rehabilitasinya.
"Pemulihan cedera saraf lebih menghantui mentalitas saya di lintasan," kata Marc Marquez.
Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, pengakuan ini memberikan gambaran jelas mengenai perjuangan atlet papan atas dalam menghadapi cedera yang mempengaruhi sistem saraf mereka, bukan hanya otot atau tulang.