INFOTREN.ID - Memasuki periode liburan sekolah, banyak keluarga mencari kegiatan alternatif yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga edukatif bagi anak-anak. Salah satu opsi menarik yang mulai mendapat perhatian adalah menginap di hotel yang memiliki status sebagai bangunan cagar budaya di berbagai daerah di Indonesia.
Hal ini memungkinkan wisatawan untuk menikmati fasilitas akomodasi modern sambil menyelami nilai historis dan arsitektur dari bangunan tersebut. Konsep penginapan semacam ini menawarkan perspektif baru dalam berwisata, menggabungkan rekreasi dengan pembelajaran sejarah secara langsung.
Pertanyaannya, hotel cagar budaya mana saja yang direkomendasikan untuk dikunjungi selama masa liburan ini? Tiga opsi hotel bersejarah yang diangkat dalam ulasan ini menawarkan pengalaman menginap yang berbeda dari hotel konvensional pada umumnya.
Opsi pertama adalah Hotel Majapahit di Surabaya, Jawa Timur, sebuah bangunan ikonik yang menyimpan jejak penting perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hotel ini terkenal karena perannya dalam peristiwa penurunan bendera Belanda pada tahun 1945, menjadikannya saksi bisu sejarah bangsa.
Selanjutnya, terdapat Hotel Savoy Homann di Bandung, Jawa Barat, yang memiliki pesona arsitektur kolonial yang kental dan pernah menjadi lokasi pertemuan penting para tokoh dunia. Hotel ini menawarkan suasana klasik yang menenangkan bagi para tamu yang ingin bernostalgia.
Rekomendasi ketiga jatuh pada Hotel Tugu Malang, Jawa Timur, yang dikenal karena koleksi artefak dan barang antik yang dipamerkannya di seluruh area hotel. Hotel ini berfungsi ganda sebagai museum hidup yang menampilkan kekayaan budaya Nusantara.
Mengapa memilih menginap di hotel cagar budaya saat liburan? Menurut salah satu pakar pariwisata, pilihan ini memberikan kesempatan unik bagi wisatawan, terutama keluarga, untuk melakukan pembelajaran kontekstual. "Menginap di hotel cagar budaya memberikan kesempatan unik bagi wisatawan, terutama keluarga, untuk melakukan pembelajaran kontekstual tentang sejarah dan arsitektur lokal," ujar Dr. Rina Wijaya, Pakar Pariwisata Budaya.
Hal ini sejalan dengan upaya pelestarian warisan bangunan bersejarah agar tetap relevan dan dikenal oleh generasi muda. Dengan demikian, kunjungan wisata tidak hanya bersifat konsumtif tetapi juga memiliki nilai edukatif yang mendalam bagi semua anggota keluarga.
Dilansir dari sebuah publikasi mengenai pariwisata berkelanjutan, hotel-hotel ini telah berupaya keras untuk menjaga keaslian struktur bangunan sambil tetap memenuhi standar kenyamanan hotel masa kini. "Kami memastikan bahwa setiap renovasi yang dilakukan tetap menghormati integritas arsitektur asli bangunan ini, sehingga tamu bisa merasakan atmosfer zaman dahulu," kata Bapak Santoso selaku Manajer Hotel Tugu Malang.