INFOTREN.ID - Minat masyarakat Indonesia terhadap instrumen investasi di pasar modal menunjukkan tren peningkatan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ini bukan hanya didorong oleh peran institusi besar saja.
Pertumbuhan tersebut kini juga sangat ditopang oleh lonjakan jumlah investor individu atau yang sering disebut sebagai investor ritel. Fenomena ini menandakan makin meratanya akses terhadap instrumen keuangan.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun hingga bulan April 2026, total investor yang terdaftar di pasar modal tanah air telah mencapai angka fantastis. Angka tersebut kini menyentuh 26,1 juta Single Investor Identification (SID) secara keseluruhan.
Secara spesifik, instrumen saham menunjukkan performa yang sangat menarik perhatian publik. Jumlah investor yang khusus berinvestasi pada instrumen saham kini telah menyentuh angka 9.523.625 SID.
Peningkatan ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup stabil dan positif sepanjang tahun berjalan. Angka kepemilikan saham tersebut tercatat tumbuh sebesar 10,69% secara year-to-date (ytd) per periode April 2026.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di pasar modal menunjukkan tren positif yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ini tidak hanya didominasi oleh institusi besar, tetapi juga oleh lonjakan jumlah investor individu atau ritel.
Sebagai salah satu emiten dengan kepemilikan saham terbanyak, BBRI tampak mengokohkan posisinya sebagai salah satu saham pilihan utama di kalangan investor ritel. Hal ini terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat terhadap saham tersebut.
"Pertumbuhan ini tidak hanya didominasi oleh institusi besar, tetapi juga oleh lonjakan jumlah investor individu atau ritel," demikian disebutkan dalam konteks perkembangan pasar modal saat ini.