INFOTREN.ID - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampaknya harus menelan pil pahit pada perdagangan tengah pekan ini. Memasuki jeda siang, indeks domestik terpantau gagal mempertahankan posisinya dan terpaksa parkir di zona merah.
Berdasarkan data perdagangan pada hari Kamis (16/4), IHSG mencatatkan penurunan sebesar 0,36 persen. Angka tersebut membawa indeks berada di level 7.596 pada akhir penutupan sesi pertama.
Kondisi pasar modal Indonesia ini terlihat sangat kontras jika dibandingkan dengan pergerakan bursa di kawasan Asia lainnya. Mayoritas bursa saham di wilayah regional justru menunjukkan performa yang cukup perkasa dan menghijau.
Salah satu sorotan utama dunia internasional datang dari Jepang, di mana Indeks Nikkei 225 tampil sangat dominan. Indeks tersebut bahkan dilaporkan sempat menyentuh level rekor tertinggi sepanjang sejarahnya pada hari ini.
Namun, euforia yang terjadi di pasar regional tersebut ternyata belum mampu menular ke pasar saham dalam negeri. IHSG justru tertekan oleh aksi jual yang melanda sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar yang besar.
Tiga saham yang menjadi pemberat utama indeks pada sesi ini adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Selain itu, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga masuk dalam jajaran top losers.
Pelemahan ketiga saham emiten besar tersebut memberikan tekanan yang cukup signifikan terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan. Informasi mengenai pergerakan pasar ini dilansir dari Kontan.
Para pelaku pasar kini tengah mencermati berbagai faktor yang menyebabkan IHSG bergerak melawan arus tren regional. Ketidakpastian di pasar domestik diduga menjadi salah satu pemicu utama terjadinya koreksi pada siang ini.
Meskipun demikian, para investor masih menaruh harapan adanya pembalikan arah pada perdagangan sesi kedua nanti. Fokus utama pasar tetap tertuju pada stabilitas saham-saham unggulan yang diharapkan bisa kembali menopang indeks.