INFOTREN.ID - Pada hari Kamis, 30 April, terjadi pelemahan signifikan pada kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Penutupan perdagangan hari itu mencatatkan IHSG berada di level 6.956,80.

Menariknya, di tengah tren penurunan umum tersebut, terdapat aktivitas akumulasi beli yang dilakukan oleh investor asing pada sejumlah saham pilihan. Aktivitas ini menunjukkan adanya keyakinan tertentu terhadap fundamental saham-saham tersebut oleh pelaku pasar internasional.

Investor asing diketahui memborong sepuluh saham spesifik sepanjang hari perdagangan tersebut, mengindikasikan adanya strategi investasi kontra-tren saat pasar domestik sedang tertekan. Mereka memanfaatkan penurunan harga yang terjadi untuk melakukan pembelian.

Pertanyaan mendasar muncul mengenai mengapa saham-saham ini menjadi target akumulasi asing ketika sentimen pasar secara keseluruhan cenderung negatif. Hal ini biasanya berkaitan dengan valuasi yang dianggap menarik atau prospek jangka panjang emiten tersebut.

Sepuluh saham yang menjadi fokus pembelian asing ini mencerminkan sektor-sektor yang dianggap memiliki ketahanan atau potensi pemulihan cepat pasca tekanan pasar. Investor asing cenderung memilih saham dengan fundamental kuat sebagai "safe haven" parsial.

"Investor asing justru mengakumulasi 10 saham ini saat IHSG jatuh ke 6.956,80," merupakan rangkuman kondisi pasar pada hari itu, sebagaimana terungkap dari data perdagangan. Hal ini menunjukkan adanya pemisahan antara sentimen jangka pendek dan penilaian jangka panjang.

Saham-saham yang diborong tersebut seringkali merupakan saham unggulan (blue chip) yang diperdagangkan dengan diskon signifikan dibandingkan nilai intrinsiknya. Diskon ini menjadi magnet bagi investor yang mencari nilai (value investors) dari luar negeri.

Pemilihan saham oleh investor asing ini bisa menjadi sinyal penting bagi investor domestik mengenai potensi pembalikan arah atau titik beli yang baik. Mereka mungkin melihat bahwa koreksi pasar kali ini adalah kesempatan untuk masuk.

Dilansir dari sumber data perdagangan bursa, aktivitas pembelian signifikan ini terjadi pada penutupan perdagangan hari Kamis, yang menjadi fokus analisis para pengamat pasar modal. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara investor domestik yang cenderung menjual dan asing yang mengakumulasi.