INFOTREN.ID - Berbagai upaya konkret tengah digalakkan untuk memperkuat jalinan komunikasi dan kolaborasi antara pihak pengembang kawasan dengan masyarakat pesisir Jakarta. Langkah ini merupakan bagian integral dari proses pengembangan kawasan yang berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.

Kegiatan sosialisasi menjadi salah satu instrumen utama dalam membangun kemitraan ini. Agenda tersebut secara spesifik bertajuk “Sosialisasi Rencana Pengembangan KBN dan Peningkatan Kapasitas Kawasan Pesisir Marunda (Guyub Masyarakat Nelayan) di Wilayah Cilincing - Jakarta Utara”.

Kegiatan ini secara khusus menargetkan para nelayan yang merupakan elemen penting di wilayah pesisir Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Melalui forum ini, diharapkan aspirasi dan kebutuhan komunitas nelayan dapat terserap dalam rencana pengembangan yang akan dilaksanakan.

Peran aktif masyarakat pesisir sangat ditekankan dalam setiap fase perencanaan agar hasil pembangunan benar-benar memberikan dampak positif dan inklusif bagi mereka. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan kawasan yang mengedepankan aspek sosial dan lingkungan.

PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) menunjukkan komitmennya dalam merangkul pemangku kepentingan lokal. Keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dianggap krusial untuk meminimalisir potensi gesekan di masa mendatang.

Apresiasi terhadap inisiatif ini datang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bapak Permana Yudiarso, selaku Direktur Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil KKP, memberikan tanggapan positif atas langkah yang diambil oleh PT KBN.

"Bapak Permana Yudiarso mengapresiasi atas langkah PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) melibatkan masyarakat untuk pengembangan kawasan," kata beliau. Pernyataan ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap model pengembangan yang partisipatif.

Sementara itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai forum peningkatan kapasitas bagi para nelayan di kawasan tersebut. Ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pemberdayaan sumber daya manusia setempat.

Dilansir dari JakartaHype.com, seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara badan usaha strategis dengan komunitas lokal dalam menghadapi tantangan pembangunan pesisir di ibu kota.