INFOTREN.ID - Pasar aset kripto global tengah menghadapi tekanan jual yang signifikan pada awal minggu ini, menunjukkan volatilitas yang tinggi akibat kondisi makroekonomi global. Penurunan ini terjadi seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik yang menyelimuti kawasan Timur Tengah.
Kondisi sentimen negatif tersebut secara langsung mendorong para investor untuk mengambil langkah defensif, yaitu menarik dana dari instrumen investasi yang dianggap berisiko tinggi, termasuk mata uang kripto utama seperti Bitcoin.
Pergerakan harga Bitcoin menunjukkan tren pelemahan yang cukup tajam dalam beberapa hari terakhir. Penurunan ini bahkan membawa mata uang digital tersebut mencapai titik terendah yang belum pernah tercatat sejak awal bulan Mei.
Penurunan harga ini merupakan refleksi langsung dari kekhawatiran pasar mengenai potensi eskalasi konflik yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran. Investor global tengah mencermati perkembangan situasi politik di wilayah tersebut.
Secara spesifik, pada sesi perdagangan hari Senin, harga Bitcoin tercatat sempat mengalami koreksi yang cukup dalam. Mata uang kripto unggulan ini sempat menyentuh angka penutupan di level US$76.551.
Level harga US$76.551 tersebut menandai titik terendah yang berhasil dicapai oleh Bitcoin dalam kurun waktu lebih dari dua minggu ke belakang. Hal ini menggarisbawahi dampak signifikan dari isu geopolitik terhadap valuasi aset digital.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, pasar aset kripto global mengalami tekanan signifikan pada awal pekan ini, dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sentimen negatif ini mendorong para investor untuk menarik dana dari aset berisiko, termasuk Bitcoin, "ujar seorang analis pasar aset digital," merujuk pada dinamika penarikan dana investor.