INFOTREN.ID - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mendorong industri fesyen nasional agar mampu bersaing di kancah global. Fokus utama saat ini adalah mengakselerasi transformasi digital dan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam seluruh rantai pasok industri kreatif tersebut.

Plt. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menyampaikan bahwa sektor fesyen merupakan salah satu tulang punggung ekonomi kreatif Indonesia yang memiliki potensi besar. Ia menyoroti pentingnya adopsi teknologi terkini agar produk lokal tidak ketinggalan dari tren pasar internasional.

"Sektor fesyen merupakan salah satu sektor penyumbang devisa cukup signifikan bagi negara," ujar Reni Yanita dalam acara peluncuran Virtual Showroom Fesyen Indonesia di Jakarta, Selasa (19/3/2024).

Reni menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi sangat krusial dalam mendorong inovasi. Kemenperin berencana memperkuat ekosistem digital untuk memudahkan pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas.

"Kami melihat bahwa digitalisasi adalah kunci untuk memperluas jangkauan pasar, terutama bagi IKM fesyen agar bisa menembus pasar ekspor," katanya.

Selain digitalisasi, aspek keberlanjutan atau sustainability juga menjadi prioritas. Konsumen global semakin menuntut produk yang ramah lingkungan, sehingga produsen Indonesia harus beradaptasi.

"Penerapan standar ramah lingkungan dan etika produksi yang baik akan meningkatkan nilai jual dan citra produk fesyen Indonesia di mata dunia," jelas Reni.

Salah satu inisiatif konkret yang sedang digalakkan adalah program pendampingan teknis untuk membantu IKM fesyen dalam menerapkan praktik produksi yang efisien dan berkelanjutan. Program ini diharapkan memberikan dampak langsung pada peningkatan kualitas dan daya saing produk.

Dikutip dari Kemenperin, inisiatif ini sejalan dengan visi menjadikan Indonesia sebagai pusat mode dunia yang berlandaskan pada inovasi dan tanggung jawab sosial-lingkungan.