INFOTREN.ID - Menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) kembali menggaungkan pentingnya menjaga kesehatan mental anak dan remaja. Upaya ini tak hanya fokus pada kesehatan fisik, tetapi juga menyoroti ancaman yang timbul dari penggunaan teknologi digital.

Perhatian khusus diberikan pada dampak negatif dari penggunaan media sosial dan game online yang berlebihan di kalangan usia muda. Paparan layar yang tidak terkontrol dikhawatirkan memicu berbagai gangguan psikologis pada kelompok usia yang rentan ini.

Kemenkes memandang serius potensi risiko ini dalam kerangka perlindungan anak. Penggunaan teknologi yang berlebihan menjadi salah satu fokus utama pencegahan yang dilakukan oleh kementerian.

"Penggunaan game online yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan jiwa pada remaja, seperti adiksi digital (kecanduan media digital), gangguan tidur, kecemasan, hingga depresi," terang Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (24/7/2026).

Pernyataan tersebut menekankan adanya kaitan langsung antara kebiasaan bermain game online yang berlebihan dengan berbagai masalah kesehatan mental. Gangguan tidur dan kecemasan merupakan beberapa dampak awal yang mungkin dirasakan oleh para remaja.

Lebih lanjut, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menjelaskan bahwa adiksi digital menjadi salah satu manifestasi dari penggunaan teknologi yang tidak sehat. Fenomena ini semakin mengkhawatirkan di kalangan generasi muda.

"Adiksi digital (kecanduan media digital), gangguan tidur, kecemasan, hingga depresi adalah beberapa risiko yang mengintai remaja akibat kecanduan gadget," kata Imran Pambudi. Ia menambahkan bahwa hal ini merupakan perhatian serius Kemenkes.

Pihak Kemenkes secara aktif berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keseimbangan dalam penggunaan teknologi. Edukasi mengenai screen time yang sehat menjadi salah satu program prioritas yang dijalankan.

Dikutip dari detikcom, Kemenkes terus mendorong orang tua dan pengasuh untuk berperan aktif dalam memantau dan membatasi penggunaan gadget pada anak-anak mereka. Kolaborasi antara keluarga dan institusi kesehatan diharapkan dapat menekan angka gangguan kesehatan mental pada remaja.