INFOTREN.ID - Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1445 Hijriah akan jatuh pada hari Selasa, 12 Maret 2024. Penetapan ini dilakukan setelah sidang isbat yang diselenggarakan di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag, Jakarta pada Minggu (10/3/2024) malam.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memimpin langsung sidang isbat ini. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Yaqut menegaskan bahwa penetapan ini didasarkan pada hasil rukyatul hilal yang telah dilakukan di 138 titik di seluruh Indonesia. "Kami telah menerima laporan dari 138 titik di seluruh Indonesia, dan mayoritas telah berhasil melihat hilal," tegas Menteri Yaqut.

Sidang isbat dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk perwakilan Komisi VIII DPR RI, duta besar negara sahabat, perwakilan organisasi masyarakat Islam, serta perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Semua pihak yang hadir sepakat dengan hasil yang telah dipaparkan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin, yang turut hadir dalam sidang, menyampaikan apresiasinya atas proses penetapan yang transparan. "Proses isbat yang dilakukan Kemenag selalu mengedepankan musyawarah dan keterbukaan, sehingga hasil yang dicapai dapat diterima oleh seluruh umat Islam di Indonesia," kata KH Ma'ruf Amin.

Keputusan ini disambut baik oleh masyarakat luas, yang kini dapat mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa. Pengumuman ini juga sekaligus mengakhiri penantian panjang umat Muslim terkait kepastian tanggal dimulainya bulan suci Ramadan tahun ini.

Dilansir dari laman resmi Kemenag, penetapan ini juga sejalan dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh Menteri Agama No. 117 Tahun 2023 tentang Metode Hisab Rukyat dalam Penentuan Awal Bulan Hijriyah. Kriteria ini memastikan bahwa penampakan hilal harus memenuhi ketinggian minimal 3 derajat di atas ufuk.

Sekretaris Jenderal Kemenag, Nizar Ali, menambahkan bahwa penetapan ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh tim rukyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. "Kerja keras tim rukyat di seluruh pelosok negeri patut diapresiasi karena mereka telah berupaya maksimal demi terciptanya kesatuan penetapan," ujar Nizar Ali.

Berdasarkan pantauan BMKG, kondisi cuaca di banyak titik rukyat pada Minggu malam terpantau cukup baik, mendukung upaya pengamatan hilal. Hal ini menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan rukyatul hilal di banyak lokasi.

Menteri Yaqut juga mengajak seluruh umat Islam untuk menyambut Ramadan dengan penuh suka cita dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. "Mari kita jadikan momentum Ramadan ini sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan rasa persaudaraan kita," tutup Menteri Yaqut.