INFOTREN.ID - Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) kembali mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran perjalanan ibadah umrah yang mencurigakan. Imbauan ini dikeluarkan menyusul meningkatnya laporan mengenai praktik penipuan yang dilakukan oleh agen travel nakal yang sering menggunakan modus promo menarik.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dalam sebuah pernyataan resmi, menekankan pentingnya masyarakat untuk selalu memeriksa legalitas biro perjalanan sebelum melakukan pembayaran. Beliau mengingatkan bahwa kemudahan dan harga yang terlalu murah seringkali menjadi jebakan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan janji-janji manis dari agen travel yang menawarkan harga umrah di bawah standar. Pastikan travel tersebut terdaftar resmi di Kemenag," ujar Yaqut Cholil Qoumas.

Kepala Subdirektorat Umrah, H. Nur Arifin, menambahkan bahwa salah satu indikator utama travel yang kredibel adalah kepemilikan izin operasional yang masih berlaku dari Kemenag. Ia menyarankan calon jemaah untuk mengecek langsung melalui aplikasi resmi Kemenag.

"Masyarakat bisa memverifikasi status izin travel melalui aplikasi 'Satu Data Umrah' yang disediakan oleh Kemenag. Jangan hanya percaya brosur atau iklan di media sosial," kata Nur Arifin.

Arifin juga menjelaskan bahwa modus penipuan sering terjadi menjelang musim ramai, di mana para agen memanfaatkan antusiasme calon jemaah. Penipuan ini biasanya berupa tawaran paket ‘bundling’ dengan diskon besar yang ternyata fiktif.

Ia juga mengingatkan bahwa Kemenag telah menyediakan layanan pengaduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan. "Jika menemukan indikasi penipuan, segera laporkan ke Kantor Wilayah Kemenag terdekat atau hubungi hotline layanan Kemenag untuk penanganan lebih lanjut," tegas Arifin.

Dikutip dari laman resmi Kemenag, total terdapat 2.300 agen travel umrah yang terdaftar resmi hingga saat ini, namun selalu ada oknum yang beroperasi tanpa izin yang merusak citra industri travel yang jujur.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Edukasi.okezone. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.