INFOTREN.ID - Sebuah penemuan arkeologis yang tak terduga baru-baru ini menggemparkan dunia pendidikan di Madura. Kejadian ini bermula dari aktivitas perawatan sederhana yang dilakukan oleh seorang kepala sekolah di lingkungan tempat ia mengabdi.
Peristiwa ini membuktikan bahwa berkah dan penemuan bersejarah dapat muncul dari situasi yang paling biasa. Dalam kasus ini, berkah datang setelah hujan deras meninggalkan genangan air dan lumpur di area sekolah.
Sosok yang menemukan peninggalan bersejarah tersebut adalah Nuryasin, Kepala SDN Pejagan IV di Madura. Ia secara proaktif mengambil inisiatif untuk membersihkan halaman sekolahnya yang penuh lumpur.
Tindakan pembersihan ini didorong oleh kekhawatiran praktis Nuryasin mengenai kondisi fasilitas sekolah. Ia sangat memikirkan dampak lumpur tersebut terhadap kebersihan lingkungan belajar para siswanya.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, penemuan ini terjadi saat Nuryasin tengah menggali atau membersihkan area yang tergenang air. Saat itulah, ia menemukan benda-benda berat yang ternyata adalah tumpukan koin kuno peninggalan masa kolonial.
Total berat dari temuan koin kuno tersebut mencapai angka yang signifikan, yaitu sekitar 13 kilogram. Koin-koin tersebut diidentifikasi sebagai peninggalan dari era VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).
Nuryasin menceritakan latar belakang penemuan tersebut sebagai respons terhadap kondisi alam. "Berkah bisa datang dari situasi yang paling biasa, yaitu saat hujan meninggalkan genangan air," ujar Nuryasin.
Ia menjelaskan motivasi di balik usahanya membersihkan halaman sekolah pasca hujan deras. "Kekhawatiran utamanya adalah lantai sekolah akan kembali kotor akibat jejak lumpur yang dibawa oleh para siswa," kata Kepala SDN Pejagan IV tersebut.
Penemuan koin VOC seberat 13 kilogram ini kini menjadi subjek perhatian, karena menghubungkan aktivitas pendidikan sehari-hari dengan jejak kekayaan sejarah Nusantara.