INFOTREN.ID - Janice Tjen sukses mengamankan tempat di babak kedua turnamen tenis bergengsi Wimbledon 2026 setelah meraih kemenangan dramatis dalam laga perdananya. Kemenangan ini dianggap sebagai kejutan mengingat lawannya adalah salah satu unggulan turnamen tahun ini.
Peristiwa penting tersebut terjadi pada hari Senin, 29 Juni lalu, di salah satu arena ikonik, yaitu Court 18 di All England Lawn Tennis Club. Pertandingan ini menjadi sorotan karena mempertemukan pemain yang sedang naik daun dengan unggulan yang lebih diunggulkan.
Hasil akhir pertandingan menunjukkan superioritas Janice Tjen yang mampu mengatasi tekanan sang unggulan dengan skor meyakinkan di set pertama. Skor akhir yang tercatat adalah 6-1 dan 7-6 (7-3) untuk keunggulan Janice Tjen.
Kemenangan ini secara otomatis mengantarkan Janice Tjen melaju ke babak kedua turnamen Grand Slam tersebut. Pencapaian ini merupakan tonggak sejarah yang signifikan dalam perjalanan karier Janice di ajang mayor tenis dunia.
Pada babak pertama set pertama, Janice Tjen langsung menunjukkan performa yang sangat dominan sejak bola pertama dipukul. Ia berhasil memberikan perlawanan ketat yang membuat Leylah Fernandez kesulitan mengembangkan permainan terbaiknya.
Gim pertama pertandingan tersebut berlangsung sangat alot dan memerlukan perjuangan keras, bahkan beberapa kali mencapai skor deuce. Setelah pertarungan panjang, gim krusial tersebut akhirnya berhasil dimenangkan oleh Janice Tjen, memberikan momentum awal yang sangat dibutuhkan.
Dilansir dari HOTNEWS.ID, kemenangan impresif ini dicatat Janice Tjen setelah mengalahkan Leylah Fernandez, yang merupakan unggulan ke-22 turnamen. Momen ini menandai pencapaian penting bagi Janice di Grand Slam tersebut.
"Janice Tjen berhasil mencatatkan kemenangan impresif pada babak pertama Wimbledon 2026 setelah menundukkan unggulan ke-22, Leylah Fernandez," demikian bunyi pemberitaan awal mengenai duel sengit tersebut.
Lebih lanjut, media tersebut menggarisbawahi bahwa pada set pertama, Janice Tjen menunjukkan dominasinya dengan memberikan perlawanan ketat sejak awal pertandingan. Hal ini membuktikan persiapan matang sang atlet sebelum berlaga di London.