INFOTREN.ID - PT Avia Avian Tbk (AVIA) kembali menunjukkan komitmennya kepada pemegang saham melalui rencana pembagian dividen yang signifikan untuk tahun buku yang berakhir pada 2025. Langkah korporasi ini diprediksi akan disambut antusias oleh investor yang mengincar imbal hasil stabil.

Total alokasi dana untuk dividen tahun ini mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp1,36 triliun. Angka ini merupakan akumulasi dari pembayaran dividen interim yang telah terealisasi sebelumnya dan sisa pembayaran yang akan segera dilakukan.

Investor perlu memperhatikan bahwa dividen tunai yang akan dibagikan kali ini adalah sebesar Rp12 per saham. Jumlah ini merupakan bagian penutup setelah perusahaan melaksanakan pembayaran dividen interim beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, perseroan telah melaksanakan pembayaran dividen interim yang besarnya mencapai Rp11 per lembar saham. Pembayaran interim ini merupakan bentuk apresiasi awal perusahaan kepada para investornya.

Dengan digabungkannya pembayaran sisa dividen tunai Rp12 dan dividen interim Rp11, maka total dividen yang dibagikan AVIA untuk tahun buku 2025 mencapai Rp23 per saham. Ini menunjukkan peningkatan payout ratio yang menarik.

Rencana pembagian dividen ini harus melalui serangkaian prosedur dan jadwal resmi yang telah ditetapkan oleh manajemen. Investor harus memantau tanggal-tanggal penting seperti cum date dan ex-date untuk memastikan haknya.

Potensi dividend yield dari pembagian dividen total Rp23 per saham ini menjadi sorotan utama. Investor ritel dapat menghitung potensi keuntungan mereka berdasarkan harga saham AVIA saat ini di lantai bursa.

Manajemen AVIA menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pemegang saham melalui distribusi keuntungan yang konsisten dan besar. "AVIA akan membagikan sisa dividen tunai Rp12 untuk tahun buku 2025, melengkapi dividen interim Rp11 telah dibayar, sehingga total dividen Rp23," ujar Direksi AVIA, menggarisbawahi besaran total imbal hasil.

Informasi mengenai jadwal pasti pelaksanaan pembayaran dividen sisa ini akan dirilis secara resmi kepada publik dan Bursa Efek Indonesia. Investor disarankan untuk selalu merujuk pada pengumuman resmi perusahaan yang dilansir dari kanal informasi perusahaan.