INFOTREN.ID - Tim kuasa hukum aktris Nikita Mirzani tengah melayangkan keberatan signifikan terkait alat bukti yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus yang sedang dihadapi klien mereka.

Fokus utama dari protes ini adalah pada keabsahan dari bukti rekaman video asli, yang dinilai menjadi dasar utama dalam penjatuhan vonis terhadap Nikita Mirzani.

Permasalahan ini muncul setelah pihak kuasa hukum menemukan adanya perbedaan mencolok antara fakta yang terungkap dalam persidangan dengan berkas putusan yang telah melalui beberapa tingkatan hukum.

Perbedaan tersebut mencakup tahapan mulai dari pengadilan tingkat pertama hingga putusan kasasi yang telah dikeluarkan.

Menurut pandangan tim hukum Nikita Mirzani, bukti yang selama ini dilampirkan oleh pihak Jaksa hanyalah berupa tangkapan layar atau yang biasa dikenal sebagai screenshot.

Namun, dalam pertimbangan hakim, bukti yang sama justru dituliskan seolah-olah merupakan potongan rekaman video siaran langsung.

Perbedaan mendasar antara screenshot dan rekaman video siaran langsung ini menjadi sorotan utama dan poin krusial dalam proses hukum yang sedang berlangsung.

"Poin utama yang dipertanyakan adalah mengenai bukti rekaman video asli yang dianggap menjadi landasan utama vonis terhadap Nikita Mirzani," ungkap salah satu perwakilan kuasa hukum yang enggan disebutkan namanya.

"Hal ini timbul setelah kuasa hukum menemukan adanya disparitas antara fakta yang terungkap dalam persidangan dengan berkas putusan yang telah melalui beberapa tingkatan," tambahnya.