INFOTREN.ID - Gelombang pembagian dividen tahunan masih terus bergulir, membuka keran potensi keuntungan pasif bagi para investor saham di bursa Indonesia. Momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk menyusun strategi investasi yang lebih terfokus.

Bagi investor yang cerdas, periode ini bukan sekadar pasif menunggu, melainkan kesempatan aktif mencari saham dengan prospek pembagian imbal hasil yang menarik. Kunci utama untuk meraih keuntungan maksimal terletak pada penentuan waktu masuk yang tepat.

Para analis pasar modal menyarankan fokus utama pada tanggal penting yang menentukan siapa saja yang berhak menerima pembagian keuntungan perusahaan. Strategi membeli saham sebelum tanggal cum date (tanggal terakhir pencatatan) seringkali menjadi penentu utama keberhasilan strategi ini.

Hal ini dikarenakan investor yang membeli saham sebelum tanggal tersebut otomatis terdaftar sebagai pemegang saham yang berhak atas dividen tunai yang akan dibagikan. Jika terlewat, potensi cuan tersebut akan jatuh ke tangan investor lain.

Oleh karena itu, investor perlu memantau kalender korporasi secara ketat agar tidak kehilangan kesempatan emas ini. Keputusan investasi harus didasarkan pada analisis fundamental perusahaan yang membagikan dividen tersebut.

Para pakar investasi menekankan pentingnya memilih emiten yang fundamentalnya kuat, bukan hanya tergiur oleh besaran dividen yield yang ditawarkan. Perusahaan dengan kinerja bisnis yang sehat cenderung lebih berkelanjutan dalam memberikan dividen di masa depan.

Saat ini, para analis telah mengidentifikasi beberapa saham yang masih menarik untuk dicermati seiring dengan sisa musim dividen yang masih terbuka lebar. Rekomendasi ini didasarkan pada proyeksi kinerja dan kebijakan pembagian keuntungan perusahaan.

"Strategi beli sebelum cum date bisa jadi kunci keuntungan maksimal," demikian pandangan yang disampaikan oleh salah satu analis pasar modal mengenai cara mengamankan imbal hasil dividen.

Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam mengenai rasio pembayaran dividen (payout ratio) perusahaan. Rasio yang terlalu tinggi tanpa didukung laba yang stabil bisa menjadi sinyal risiko di kemudian hari.