INFOTREN.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Rabu, 13 Mei, menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan di bursa saham nasional. Indeks tercatat mengalami koreksi tajam dan akhirnya ditutup pada posisi 6.723,32.
Penurunan yang dialami IHSG pada hari tersebut mencapai angka 1,98% dari penutupan sebelumnya. Koreksi ini mengindikasikan adanya sentimen negatif yang dominan memengaruhi psikologi perdagangan di pasar modal Indonesia.
Faktor utama yang menyeret pelemahan indeks adalah tekanan jual yang masif dari investor asing yang beroperasi di pasar reguler. Tekanan jual dari investor luar negeri ini menjadi pemicu utama merosotnya kinerja IHSG.
Secara kuantitatif, tercatat bahwa investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp1,35 triliun hanya di pasar reguler saja. Jumlah ini menunjukkan besarnya dana keluar dari pasar saham domestik.
Jika diakumulasikan di seluruh segmen pasar, total net sell yang dicatatkan oleh investor asing pada hari Rabu itu mencapai angka fantastis senilai Rp1,53 triliun. Angka ini mempertegas dominasi aksi jual investor non-domestik.
Meskipun mayoritas saham mengalami penurunan sejalan dengan pelemahan indeks, terdapat beberapa emiten yang justru mampu mencatatkan kinerja positif dan menjadi penahan laju penurunan pasar. Kinerja positif beberapa saham ini memberikan sedikit catatan positif di tengah tekanan pasar.
Salah satu saham yang berhasil menunjukkan ketahanan dan penguatan signifikan adalah saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk dengan kode emiten CPIN. Saham ini tercatat mengalami penguatan harga yang cukup impresif.
Kinerja positif CPIN terlihat dari kenaikan harganya yang mencapai 4,52% pada penutupan perdagangan hari itu. Hal ini menunjukkan adanya minat beli spesifik pada saham perusahaan sektor pakan ternak tersebut.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, penurunan indeks tersebut terjadi sebagai respons terhadap tekanan jual yang dilakukan oleh investor asing. Ini menggarisbawahi sensitivitas pasar domestik terhadap pergerakan dana asing.