INFOTREN.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren pelemahan yang berkelanjutan di sepanjang pekan perdagangan bursa saham nasional. Tercatat, IHSG telah terkoreksi selama empat hari perdagangan berturut-turut sebelum penutupan hari Kamis.

Pada penutupan perdagangan hari Kamis, 23 April 2026, IHSG mengalami penurunan signifikan yang cukup tajam. Indeks utama bursa saham tersebut ambles sebesar 2,16% atau setara dengan 163 poin dari penutupan sebelumnya.

Penurunan drastis tersebut membawa level penutupan IHSG berada di angka 7.378,60 pada akhir sesi perdagangan Kamis tersebut. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar modal di Indonesia.

Meskipun IHSG secara keseluruhan mengalami tekanan jual yang masif, menariknya terdapat pergerakan menarik dari sisi investor asing. Investor asing justru memanfaatkan kondisi pasar yang sedang melemah ini untuk melakukan akumulasi saham tertentu.

Terdapat beberapa saham unggulan yang menjadi sasaran utama pembelian bersih (net buy) oleh investor asing pada hari IHSG anjlok tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya pandangan positif jangka panjang terhadap fundamental saham-saham tersebut.

Investor asing gencar memungut saham-saham yang harganya tertekan akibat sentimen negatif pasar yang meluas. Mereka melihat koreksi harga ini sebagai peluang emas untuk masuk dengan valuasi yang lebih menarik.

Saham-saham yang menjadi incaran asing ini umumnya adalah emiten dengan kapitalisasi pasar besar dan fundamental yang dinilai kuat. Mereka mengambil posisi beli ketika mayoritas investor domestik memilih untuk melakukan aksi jual.

Fenomena ini menunjukkan adanya dua pandangan yang berbeda antara investor lokal dan asing terhadap kondisi pasar pada saat itu. Investor asing tampak lebih tenang dalam menghadapi volatilitas jangka pendek yang terjadi di bursa.

Dilansir dari sumber berita terkait pergerakan pasar, pergerakan transaksi menunjukkan adanya aktivitas beli asing yang kontras dengan sentimen pasar secara umum. Aktivitas ini menjadi sorotan penting dalam analisis pergerakan IHSG hari itu.