INFOTREN.ID - PT Phapros Tbk (PEHA), salah satu perusahaan farmasi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), baru-baru ini mengumumkan perubahan besar dalam struktur kepengurusan mereka. Perubahan ini mencakup perombakan susunan jajaran direksi dan dewan komisaris perusahaan.
Pergantian pucuk pimpinan ini menandai babak baru bagi PT Phapros dalam menghadapi tantangan industri farmasi ke depan. Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan penyegaran dan arah baru bagi pengembangan bisnis perusahaan ke depan.
Secara spesifik, penunjukan Intan Abdams Katoppo menjadi sorotan utama dalam agenda perombakan tersebut. Beliau resmi menduduki kursi tertinggi sebagai Direktur Utama (Dirut) perusahaan farmasi tersebut.
Posisi Direktur Utama yang kini dipegang oleh Intan sebelumnya diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Jabatan Dirut sementara tersebut sebelumnya dipegang oleh Ida Rahmi Kurniasih.
Ida Rahmi Kurniasih sebelumnya menjabat sebagai Direktur Produksi di Phapros. Ia merangkap tugasnya sebagai pelaksana tugas Direktur Utama sembari menunggu penunjukan definitif dari pemegang saham.
Perombakan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing di pasar farmasi nasional maupun internasional. Perubahan signifikan pada level manajemen puncak seringkali menjadi solusi untuk mencapai target korporasi yang lebih ambisius.
Penunjukan ini dilakukan dalam rangka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan yang merupakan pemegang otoritas tertinggi dalam pengambilan keputusan strategis. Perubahan ini berlaku efektif segera setelah ditetapkan oleh RUPS.
Dikutip dari sumber yang memberitakan mengenai agenda korporasi ini, pergantian pucuk pimpinan ini diharapkan dapat memperkuat fondasi Phapros dalam menyediakan produk kesehatan berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Manajemen baru diharapkan membawa inovasi yang relevan.
Hal ini menegaskan bahwa manajemen baru, yang dipimpin oleh Intan Abdams Katoppo, kini memiliki mandat penuh untuk menjalankan visi dan misi perusahaan sesuai arahan pemegang saham. Transformasi organisasi ini menjadi kunci keberlanjutan kinerja Phapros.