INFOTREN.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan hari Senin, 11 Mei 2026, menunjukkan tren pelemahan yang cukup tajam. Tercatat, IHSG terkoreksi sebesar 1,36% dari penutupan sebelumnya.

Koreksi signifikan ini membawa IHSG turun ke level penutupan sementara di angka 6.874,9 pada sesi pagi tersebut. Penurunan ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar modal di Bursa Efek Indonesia.

Jika dilihat dari sektor sektoral, mayoritas lantai bursa terpantau berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi kontributor utama dalam pelemahan indeks secara keseluruhan pada hari itu.

Namun, di tengah tekanan luas tersebut, terdapat satu sektor yang berhasil mencatatkan kinerja positif. Sektor kesehatan menunjukkan ketahanan dengan berhasil menguat tipis di tengah sentimen negatif pasar.

Beberapa saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 turut menjadi penekan utama dalam pelemahan IHSG pagi itu. Saham-saham berkapitalisasi besar tersebut mengalami aksi jual yang cukup masif dari investor.

Tercatat, beberapa emiten besar seperti BMRI, ISAT, dan JPFA masuk dalam daftar saham dengan pelemahan harga terdalam atau yang dikenal sebagai top losers pada periode tersebut. Hal ini memperparah tekanan pada pergerakan IHSG.

"IHSG melemah 1,36% di awal perdagangan Senin (11/5/2026)," demikian disampaikan dalam analisis pasar yang diterima, mengonfirmasi besaran koreksi yang terjadi.

Dilansir dari sumber berita pagi itu, disebutkan pula bahwa sektor barang baku anjlok paling dalam, sementara sektor kesehatan justru menunjukkan penguatan positif. Hal ini mengindikasikan adanya rotasi sektor yang terjadi di pasar.

Dikutip dari media pasar modal, para investor disarankan untuk mencermati pergerakan sektoral spesifik yang masih menunjukkan daya tahan di tengah volatilitas pasar saat ini.