INFOTREN.ID - Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Selasa, 28 April 2026, menampilkan dinamika pasar yang cukup volatil dan mengejutkan para pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menunjukkan sinyal penguatan pada awal sesi, tiba-tiba berbalik arah secara signifikan.

Perubahan arah yang drastis ini menyebabkan IHSG harus ditutup berada di zona merah sepanjang sesi pagi hari. Pergerakan ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang cukup kuat setelah pembukaan pasar dibuka.

Dampak dari tekanan jual tersebut terlihat dalam waktu kurang dari 20 menit setelah pasar dibuka secara resmi. Indeks utama BEI ini mengalami penurunan yang cukup tajam dalam kurun waktu yang sangat singkat tersebut.

Secara kuantitatif, pelemahan IHSG terpantau mencapai 51,59 poin dari penutupan sebelumnya. Penurunan absolut ini setara dengan koreksi persentase sebesar 0,73% dari level penutupan kemarin.

Akibat pelemahan tersebut, posisi IHSG pada saat itu terperosok ke level 7.054,93. Level ini menunjukkan bahwa sentimen investor cenderung negatif pada awal perdagangan hari itu.

Dilansir dari BisnisMarket.com, pergerakan negatif ini sangat dipengaruhi oleh kinerja saham-saham unggulan yang mengalami koreksi signifikan. Salah satu saham yang menjadi beban utama indeks adalah saham dari emiten AMMN.

Saham AMMN disebut-sebut menjadi kontributor terbesar dalam penarikan indeks ke zona negatif pada pagi hari perdagangan. Hal ini menunjukkan sensitivitas pasar terhadap pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar tersebut.

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang awalnya dibuka menguat, mendadak berbalik arah dan ditutup berada di zona merah pada pagi hari," Dikutip dari BisnisMarket.com.

Koreksi yang dialami IHSG tersebut menempatkannya pada posisi 7.054,93 setelah terpangkas sebanyak 51,59 poin atau setara dengan pelemahan 0,73%, sebagaimana dimuat dalam berita tersebut.