INFOTREN.ID - Sebuah peristiwa geologis signifikan terjadi di wilayah perairan Nias Barat, Sumatera Utara, pada hari Kamis, tanggal 11 Juni 2026. Kejadian ini berupa guncangan yang cukup terasa oleh masyarakat setempat maupun wilayah di sekitarnya.

Getaran yang terjadi tersebut berhasil dicatat oleh lembaga pemantau geologi nasional dengan kekuatan sebesar magnitudo 4,1 pada skala Richter. Besaran gempa ini menunjukkan adanya aktivitas seismik yang perlu diwaspadai di kawasan tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera bertindak cepat memberikan penjelasan resmi mengenai fenomena alam yang baru saja teramati. Mereka telah melakukan analisis awal terhadap data seismik yang tercatat.

BMKG mengklasifikasikan gempa yang terjadi di Nias Barat ini sebagai jenis gempa tektonik. Klasifikasi ini merujuk pada sumber gempa yang berasal dari pergerakan atau patahan di dalam kerak bumi.

Lebih lanjut, para ahli seismologi telah mengidentifikasi akar penyebab utama dari gempa bumi yang mengguncang perairan Nias Barat tersebut. Identifikasi ini krusial untuk memahami potensi risiko di masa mendatang.

Penyebab utama dari gempa bumi ini, menurut BMKG, dipicu oleh adanya aktivitas megathrust. Aktivitas megathrust ini merupakan hasil dari pergerakan lempeng bumi yang berlangsung secara masif.

"Sebuah getaran signifikan dilaporkan mengguncang wilayah Nias Barat, Sumatera Utara, pada Kamis (11/6/2026) dengan kekuatan magnitudo 4,1 pada skala Richter," demikian keterangan yang disampaikan.

"Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera memberikan keterangan resmi mengenai fenomena alam yang baru saja terjadi di wilayah perairan tersebut, mengklasifikasikannya sebagai peristiwa tektonik," ujar juru bicara BMKG.

"Penyebab utama dari gempa bumi yang terjadi di Nias Barat ini telah diidentifikasi oleh para ahli seismologi, yaitu dipicu oleh pergerakan lempeng bumi yang masif," kata mereka lebih lanjut.